Sekjen DPR soal Gorden Rp 48,7 M: Banyak Permintaan Anggota DPR

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

Sekjen DPR Indra Iskandar jelaskan polemik pengadaan gorden 48,7 M.  Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen DPR Indra Iskandar jelaskan polemik pengadaan gorden 48,7 M. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar buka suara soal polemik isu anggaran pengadaan gorden rumah dinas DPR senilai RP 47,8 miliar yang diambil dari APBN 2022.

Indra mengatakan, pengadaan gorden baru bagi rumah dinas DPR itu dilakukan atas permintaan banyak anggota DPR ke Kesekjenan sejak 2020.

"Perlu saya jelaskan bahwa sejak tahun 2020 memang banyak permintaan dari anggota dewan kepada kesekjenan untuk pergantian gorden dan vitrase di rumah jabatan yang sudah sangat tidak layak," tutur Indra saat konferensi pers, Senin (28/3).

Menurutnya, gorden rumah-rumah dinas sudah tidak layak. Ia menyebut para anggota mengeluh karena rumah terlihat dari luar saat malam hari.

Gorden rumah-rumah dinas tersebut juga ada yang terakhir diganti sekitar 13 tahun lalu, sekitar 2009.

"Sebagian besar itu gordennya tidak ada. Sebagian itu hilang dan dibuang karena memang sudah lapuk karena tidak memadai. Saya nggak tega menyampaikan itu, sudah 13 tahun, seperti kain pel," imbuhnya.

Para anggota dewan disebut sudah pernah mengajukan untuk diganti di tahun 2009, namun tidak terlaksana karena anggaran yang tidak mencukupi.

Kemudian, di tahun 2019 diajukan kembali anggaran untuk merenovasi rumah jabatan tersebut secara keseluruhan, namun Kesekjenan tidak bisa memenuhi permintaan anggota dewan tersebut karena belum ada alokasi anggaran dari pemerintah.

Ilustrasi Gedung DPR RI. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

"Sehingga yang bisa dipenuhi hanya merenovasi rumah dalam arti melakukan pengecatan, kebocoran, serta sebagian furniture seperti tempat tidur, sofa, ruang tamu sebagian. Penggantian gorden belum pernah terlaksana sama sekali," imbuhnya.

Indra menjelaskan, anggota DPR ada yang membeli gorden secara pribadi, namun tetap dinilai kurang layak karena tidak menutup pandangan dari luar.

Menurut Indra, di tahun 2022 ini terdapat anggaran yang bisa digunakan untuk melakukan renovasi komponen vitrase penggantian gorden di rumah para anggota yang usianya sudah lebih dari 13 tahun.

Diputuskan saat ini telah dialokasikan anggaran gorden DPR untuk 505 unit rumah.

"505 unit rumah itu per rumahnya rata rata sekitar 80 juta sekian sama pajak Rp 90 jutaan per rumah," tuturnya.

Penggantian gorden itu akan dilakukan di lantai satu meliputi jendela ruang tamu, pintu jendela ruang keluarga, jendela ruang kerja, ruang tidur utama, jendela dapur, jendela tangga.

Sementara di lantai dua ada tiga jendela ruang tidur anak, jendela ruang keluarga dan ruang tidur ART. Total ada 11 jendela yang membutuhkan gorden dalam setiap rumah.

Indra juga menegaskan bahwa pihaknya hanya akan menggunakan produk dalam negeri dan siapa pun diperkenankan mengikuti lelang pengadaan gorden tersebut.

"Speknya jelas ini wajib produk dalam negeri. Pabrikan dalam negeri," tandasnya.