Sekjen PBB Desak Hamas Lanjutkan Pembebasan Sandera Israel
ยทwaktu baca 2 menit

Sekjen PBB Antonio Guterres meminta agar Hamas tetap melanjutkan pembebasan sandera Israel yang direncanakan pada Sabtu (15/2) mendatang.
Sebelumnya, Hamas mengancam menunda pertukaran tahanan-sandera karena Israel masih menyerang Palestina di fase pertama gencatan senjata.
"Kita harus menghindari dengan segala cara dimulainya kembali permusuhan di Gaza yang akan menyebabkan tragedi besar," kata Guterres dalam unggahan di media sosial X, Selasa (11/2), dikutip dari AFP.
Guterres mengimbau Gaza untuk melanjutkan rencana pembebasan sandera.
"Kedua belah pihak harus memenuhi komitmennya dalam kesepakatan gencatan senjata dan melanjutkan negosiasi serius," katanya.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas dimulai pada 19 Januari, menghentikan pertempuran yang berlangsung selama lebih dari 15 bulan di Jalur Gaza. Dalam kesepakatan gencatan senjata itu, kedua belah pihak sepakat untuk menukar tahanan-sandera.
Namun sayap bersenjata Hamas, Brigade Izzadin al-Qassam, mengatakan pembebasan sandera yang seharusnya dilakukan pada Sabtu pekan ini akan ditunda sampai pengumuman berikutnya.
Hamas menuduh Israel gagal menjalankan komitmen gencatan senjata, termasuk dalam hal bantuan kemanusiaan, dan menyinggung 3 warga Gaza yang tewas dalam serangan pada Minggu (9/2) lalu.
Hamas bahkan merilis daftar pelanggaran Israel, antara lain:
Hanya 8.500 truk bantuan yang masuk Gaza dari 12 ribu truk yang disepakati.
Hanya 15 truk BBM yang masuk Gaza setiap hari, padahal disepakati 50 truk.
Hanya 0 unit hunian sementara yang masuk Gaza dari 60 ribu unit yang disepakati.
Hanya 20 ribu tenda yang masuk Gaza, padahal disepakati 200 ribu tenda.
Hamas kemudian mengumumkan akan menunda pembebasan selama 5 hari untuk memberikan waktu kepada mediator untuk mendesak Israel bekerja sama.
Terkait pernyataan Hamas, Israel mengatakan pasukannya siap untuk skenario yang mungkin terjadi.
Tekanan semakin tinggi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan membatalkan gencatan senjata jika semua sandera Israel tidak dibebaskan pada Sabtu siang.
Ketegangan sebelumnya juga meningkat ketika Trump menyatakan ingin mengambil alih Gaza dan memindahkan lebih dari 2 juta penduduk Palestina dari Gaza.
