Sekjen Perindo: Jokowi Senang Lihat Capres 2024 Mulai Bermunculan Lewat Baliho

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan pers tentang perkembangan terkini pelaksanaan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/8/2021). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan pers tentang perkembangan terkini pelaksanaan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/8/2021). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Sekjen Perindo Ahmad Rofiq menyebut Presiden Jokowi sangat keberatan dengan wacana amandemen UUD 1945 dan presiden 3 periode. Dalam pertemuan bersama parpol nonparlemen kemarin, kata Rofiq, Jokowi menegaskan tak berniat kembali menjadi kepala negara.

"Terkait dengan wacana 3 periode. Presiden menegaskan bahwa beliau tidak ada keinginan sedikit pun untuk 3 periode. Dan beliau menolak bila wacana 3 periode datang dari Istana," kata Rofiq, Kamis (2/9).

Dia mengatakan Jokowi justru senang melihat bursa capres 2024 mulai bermunculan dengan memasang billboard hingga baliho di ruas jalan.

"Presiden juga sangat senang melihat para calon-calon presiden mulai bermunculan dengan adanya baliho-baliho yang bertebaran dari berbagai partai," ungkap dia.

Baliho dan billboard Airlangga di sejumlah ruas jalan di Kota Denpasar dan Badung. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Rofiq pun berpandangan wacana presiden 3 periode tak akan terlaksana karena setiap parpol sudah memiliki capres yang akan diusung.

"Bagaimana mungkin 3 periode sementara para ketum partai sudah pasang baliho di mana-mana dan sudah siap bertarung untuk maju," kata dia.

Karena itu, ia berharap wacana presiden 3 periode tidak muncul dari pihak Istana.

Baliho Puan Maharani di salah satu ruas jalan di Kota Mamuju, Sulawesi Barat. Foto: Adi Pallawalino/SulbarKini

"Yang lebih penting lagi adalah jangan sampai wacana amandemen itu muncul dari Istana sementara ada hidden agenda dari yang lainnya untuk meloloskan agenda tertentu di luar wacana 3 periode," pungkas Rofiq.

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan Jokowi sudah berulang kali menolak wacana presiden 3 periode. Dia menegaskan dirinya patuh kepada aturan konstitusi.