Sekolah di AS Terapkan Hukuman Pukul untuk Siswa Bandel

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kekerasan. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekerasan. (Foto: Pixabay)

Hukuman pukul untuk siswa yang bandel banyak dianggap bentuk kekerasan yang tidak boleh dilakukan pihak sekolah. Namun beberapa sekolah di Amerika Serikat justru menganggapnya sebagai hukuman yang tepat demi memberi pelajaran penting bagi siswa.

Tiga sekolah di negara bagian Texas, Amerika Serikat, seperti diberitakan media lokal Caller Times mulai memberlakukan hukuman dengan pukulan di tahun ajaran baru 2017 terhadap siswa usia 4-18 tahun, dari SD hingga SMA.

Untuk setiap kesalahan yang dilakukan, siswa akan menerima satu pukulan dengan tongkat serupa dayung kecil. Di antara kesalahan yang menerima hukuman ini adalah pelanggaran peraturan kelas, membuat kekacauan, hingga melawan guru.

Hukuman ini dilakukan atas izin dari orang tua. Sebelum anak mereka masuk ke sekolah tersebut, orangtua dimintai persetujuan soal hukuman itu. Jika tidak setuju, maka anak-anak mereka tidak bisa disekolahkan di sekolah tersebut.

Menurut anggota dewan kedisiplinan di sekolah dasar Texas, Andrew Amaro, hukuman pukul efektif untuk siswa usia 4 hingga 12 tahun ketimbang hukuman biasa. Amaro sendiri merasakan manfaatnya ketika dia dihukum pukul ketika masih sekolah.

"Manfaatnya langsung terasa untuk saya. Saya tahu jika membuat masalah dengan guru atau tidak menghormatinya, saya akan kena sabet," kata dia.

Sebelumnya pada tahun 2016, Kementerian Pendidikan AS John B King Jr menulis surat kepada para pemimpin negara bagian untuk melarang hukuman pukul di sekolah. Surat dia layangkan setelah muncul data 110 ribu anak sekolah di AS menerima hukuman ini setiap tahun.

Dia beralasan, dalam jangka pendek hukuman fisik membuat siswa jadi agresif dan membangkang. Dalam jangka panjang, kata dia, siswa akan mengalami masalah kejiwaan.

"Hukum fisik yang dilakukan sekolah bukan hanya tidak efektif, tapi merusak. Praktik ini tidak punya tempat di sekolah negeri negara modern yang menjunjung tinggi perlindungan sipil dan hak asasi manusia," tulis King kala itu.

Kendati penolakan dari pemerintah pusat, sekolah-sekolah di 15 negara bagian AS menerapkan hukuman ini. Sebanyak 28 negara bagian di AS melarangnya, dan 7 negara bagian tidak ambil sikap.