Sekolah di Jepang Paksa Muridnya Mengecat Rambut Jadi Hitam

Seorang remaja Jepang menggugat Pemerintah Daerah Osaka. Langkah hukum diambil karena sekolah tempat gadis tersebut menuntut ilmu terus memaksa dirinya mengecat rambut cokelatnya menjadi hitam.
Menurut gadis yang namanya dirahasiakan itu, permintaan sekolah tak masuk akal. Pasalnya, warna alami rambutnya adalah cokelat.
Di samping itu, pihak sekolah pernah menyatakan dia tidak boleh masuk sekolah jika rambutnya tidak diwarnai hitam.
Media lokal Jepang menuliskan dalam daftar laporan gugatan, ibu putri itu menjelaskan anaknya lahir dengan rambut kecokelatan.
"Guru di sekolah itu menyuruh anak saya mewarnai rambutnya menjadi hitam, anak saya menolak berulang kali menolak, tapi pihak sekolah tetap memaksa dan mereka mengancam, ubah warna rambut atau berhenti sekolah," tulis gugatan tersebut seperti dikutip dari AP, Jumat (27/10).
Akhirnya gadis tersebut menuruti permintaan pihak sekolahnya. Sayangnya, keputusan untuk mewarnai rambut salah besar.
Rambut remaja itu malah rusak dan iritasi akibat zat kimia yang ditimbulkan pewarna rambut. Ibu dan anak menuntut pemerintah daerah Osaka yang bertanggung jawab atas sekolah Kaifukan untuk segera mengganti rugi kerusakan rambut sebanyak 2,2 juta yen atau 19.300 ribu dollar.
Bukan cuma itu, karena rambutnya rusak, remaja tersebut memutuskan untuk tidak mau masuk sekolah sejak September 2016.
Menanggapi gugatan tersebut, Kepala Sekolah Kaifukan Masahiko Takahashi tak mau berkomentar banyak. Dia hanya menyebut sekolahnya melarang siswa-siswi mengecat rambutnya, semuanya harus berwarna hitam.
Di Jepang, sejumlah sekolah punya aturan norma budaya. Mereka menerapkan aturan ketat terhadap warna rambut, aksesoris, riasan wajah, seragam, dan rok.
