Sekolah Rakyat Akan Terapkan Fingerprint-Face Recognition di Kelas
·waktu baca 2 menit

Pemerintah terus melengkapi semua fasilitas untuk Sekolah Rakyat. Sekolah yang diperuntukkan bagi warga miskin ekstrem dan miskin ini akan dilengkapi dengan berbagai perangkat digital.
"Sekolah ini itu anak-anak digital, digital native yang sekolah itu. Yang anak-anak SD, SMP, SMA itu anak-anak digital native. Eranya pun juga era digital. Kulturnya pun juga kultur digital," kata Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh di Kantor Kemensos, Selasa (20/5).
M Nuh ingin memastikan infrastruktur Sekolah Rakyat juga mendukung proses pembelajaran digital based learning. Mulai dari learning management system.
"Misalkan saja, anak masuk ke kelas itu sudah tidak lagi pakai absen yang daftar buku tulisan begini. Sudah tidak pakai lagi. Sudah cukup pakai face recognition. Atau minimal pakai fingerprint," ungkap eks Mendikbud itu.
M Nuh menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan pemerataan pendidikan bagi rakyat. Salah satu bentuk memuliakan rakyat dalam aspek pendidikan, yakni menyediakan fasilitas terbaik untuk warga.
"Jangan sekali-kali kita punya mindset, ini kan anak-anak punya, pokoknya yang penting kita siapkan atau sekolah begitu, enggak. Karena memang temanya adalah tema memuliakan itu," tutur dia.
"Oleh karena itu, kita ingin memberikan yang terbaik, yang modern, sehingga mereka yang tadinya itu ketinggalan ini, karena sekarang fasilitasnya semuanya modern, tidak terlalu jauh ketinggalannya itu, sehingga bisa bersama-sama, ataupun bisa mendalami dari teman-teman yang sebelumnya," ucap dia.
