Sekolah Rakyat Siapkan Opsi Lulusan Jadi Tenaga Terampil Sesuai Minat dan Bakat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pastikan Sekolah Rakyat siapkan opsi jalur lulusan jadi tenaga terampil lewat kurikulum pelatihan khusus dan beasiswa kuliah, Minggu (6/9/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pastikan Sekolah Rakyat siapkan opsi jalur lulusan jadi tenaga terampil lewat kurikulum pelatihan khusus dan beasiswa kuliah, Minggu (6/9/2026). Foto: Kemensos RI

Kementerian Sosial menyiapkan jalur pengembangan keterampilan bagi siswa Sekolah Rakyat sebagai salah satu pilihan masa depan setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas. Jalur tersebut diarahkan untuk membekali siswa dengan keterampilan kerja yang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi masing-masing.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan hal tersebut saat makan malam bersama 409 siswa Sekolah Rakyat DKI Jakarta di Margaguna, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul didampingi Pungky Sumadi, mantan Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas.

Para siswa yang mengikuti kegiatan terdiri dari 77 siswa SMA kelas 10, 148 siswa SMA kelas 11, 82 siswa SMP kelas 7, 72 siswa SMP kelas 8, dan 30 siswa SD.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pastikan Sekolah Rakyat siapkan opsi jalur lulusan jadi tenaga terampil lewat kurikulum pelatihan khusus dan beasiswa kuliah, Minggu (6/9/2026). Foto: Kemensos RI

Gus Ipul mengatakan, masa depan para siswa Sekolah Rakyat terbentang luas. Untuk mencapai cita-cita tersebut, siswa perlu memastikan keberlanjutan pendidikan secara berjenjang, mulai dari SD ke SMP, kemudian dari SMP ke SMA.

“Sesuai harapan Pak Presiden, setiap anak sekolah rakyat yang lulus SD wajib meneruskan ke SMP. Yang SMP yang jago-jago, yang pintar silakan nanti daftar ke Sekolah Garuda atau tetap meneruskan di SMA Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.

Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA, Gus Ipul menjelaskan bahwa siswa memiliki dua pilihan untuk melanjutkan masa depan. Siswa yang memiliki keinginan dan memenuhi persyaratan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan dukungan beasiswa.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pastikan Sekolah Rakyat siapkan opsi jalur lulusan jadi tenaga terampil lewat kurikulum pelatihan khusus dan beasiswa kuliah, Minggu (6/9/2026). Foto: Kemensos RI

Sementara bagi siswa yang memilih untuk langsung memasuki dunia kerja, Sekolah Rakyat akan mengarahkan mereka mengikuti pelatihan keterampilan sesuai minat dan potensinya.

Untuk mematangkan jalur pekerja terampil tersebut, Gus Ipul mengajak mantan Deputi Bidang Kependudukan Dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Pungky Sumadi untuk turut membantu menyusun dan mengembangkan kurikulum keterampilan bagi siswa Sekolah Rakyat.

“Kalau menjadi pekerja terampil, maka harus mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai dengan minat dan paketnya. Jalur inilah yang nanti akan kita diskusikan lebih lanjut dengan Pak Pungky,” jelas Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, pengembangan keterampilan menjadi bagian penting dalam menyiapkan siswa agar tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pastikan Sekolah Rakyat siapkan opsi jalur lulusan jadi tenaga terampil lewat kurikulum pelatihan khusus dan beasiswa kuliah, Minggu (6/9/2026). Foto: Kemensos RI

Pendekatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk memilih masa depan berdasarkan kemampuan dan ketertarikan masing-masing. Dengan demikian, siswa yang memiliki minat pada bidang tertentu dapat memperoleh pelatihan yang lebih terarah dan relevan dengan pilihan pekerjaannya.

Harapan tersebut dirasakan langsung oleh Linggar Ardiansyah (17), salah satu siswa Sekolah Rakyat. Linggar sempat berhenti sekolah selama dua tahun. Selama tidak bersekolah, ia menjalani berbagai pekerjaan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup bersama ayahnya.

Ia pernah bekerja sebagai tukang sapu, penjaga toilet, hingga kernet angkot. Kondisi tersebut membuat kesempatan untuk kembali bersekolah menjadi sesuatu yang sangat berarti baginya.

Kini, melalui Sekolah Rakyat, Linggar kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus mengembangkan minat dan keterampilannya.

“Karena saya masuk IPA, saya sekarang suka matematika. Jujur, saya belajar banyak hal. Di SRMA saya dulu, saya belajar keterampilan, khususnya tata boga. Saya memang hobi masak,” ujar Linggar.

Bagi Linggar, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kemampuan dan menemukan potensi diri.

Selain Linggar, sejumlah siswa juga membagikan pengalaman mereka sebelum dan setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat. Cerita tersebut menjadi penyemangat bagi siswa yang baru bergabung pada tahun ajaran 2026/2027.

Dalam suasana yang berlangsung hangat dan akrab, Gus Ipul menyempatkan diri duduk bersama para siswa dan berbincang mengenai keseharian mereka. Ia mendengarkan pengalaman siswa, termasuk perubahan yang mereka rasakan setelah mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.

Suasana makan malam semakin meriah dengan penampilan band siswa yang membawakan sejumlah lagu, di antaranya “Aku Milikmu” dari Dewa 19, “Saat Kau Telah Mengerti” dari Virgoun, “Gema Adzan” dari Tegar serta "Laskar Pelangi" dari Nidji.

Pada kesempatan yang sama di hadapan para siswa, Gus Ipul juga berpesan agar mereka tetap menghormati dan menyayangi orang tua, apa pun kondisi ekonomi keluarga. Ia mengingatkan bahwa sebagian orang tua siswa mungkin bekerja sebagai buruh, pekerja bangunan, pekerja rumah tangga, atau bahkan sedang tidak memiliki pekerjaan. Kondisi tersebut, kata Gus Ipul, tidak boleh menjadi alasan bagi anak untuk kehilangan rasa bangga dan hormat kepada orang tua.

Para siswa justru diharapkan menjadikan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sebagai momentum untuk membangun masa depan yang lebih baik dan kelak membahagiakan orang tua.

Dengan penguatan pendidikan dan keterampilan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan pilihan masa depan masing-masing.