Sekolah Tapal Batas Jadi Harapan Masa Depan Anak-anak di Perbatasan

Bagi anak-anak yang tinggal di perbatasan negara, bersekolah membutuhkan perjuangan dan keberanian tersendiri. Mereka harus melalui pemeriksaan pasukan penjaga perbatasan di bawah kokangan senjata. Tanpa izin, akan dipenjara selama 2 hari, karena melanggar batas negara.

Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Terdapat sekolah yang didirikan oleh Suraidah (65), wanita yang tidak asing bagi masyarakat setempat.
Suraidah yang memiliki latar belakang master kesehatan dari lembaga pendidikan di Thailand, memulai perjuangannya di Sebatik dengan membuka praktik kebidanan di ndekosnya.
"Sekolah kolong", begitu orang biasa menyebutnya. Sebab, memang kegiatan belajar dan mengajarnya dilakukan di kolong bangunan rumah. Sekolah itu didirikan demi mewujudkan mimpi anak-anak di perbatasan negara.
Walau dalam kondisi keterbatasan, anak-anak tetap antusias belajar karena Sekolah Tapal Batas menjadi satu-satunya harapan bagi masa depan mereka.
