Sekretaris MUI Sukabumi Minta Maaf Usai Viral 'Jadilah Hamba yang Membunuh'

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, Ujang Hamdun (kedua kiri). Dok: Twitter @narkosun__
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, Ujang Hamdun (kedua kiri). Dok: Twitter @narkosun__

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sukabumi, Ujang Hamdun, memberikan klarifikasi atas beredarnya video viral dia menenteng senjata menyerukan "jadilah hamba yang membunuh jangan jadi hamba dibunuh".

Berikut adalah klarifikasi sebagaimana yang diunggah oleh akun YouTube milik Kodim 06/07 Kota Sukabumi:

Saya Haji Ujang Hamdun, beserta rekan-rekan, dalam kesempatan ini kami ingin menyampaikan permohonan maaf atas segala video yang beredar, yang meresahkan warga Indonesia.

Terkait dengan video tersebut dalam kesempatan ini, ingin mengklarifikasi bahwa apa yang kami gunakan dalam video tersebut, terutama ini kitab (majmu awal), dan ini semua senapan angin, dan ini salah satu pelurunya.

Bahwa di video tersebut mohon maaf sekali lagi, kami buat untuk konsumsi internal kami, untuk membangkitkan semangat di internal kami, dan ternyata ini video ini ada yang membagikan dan ini meresahkan masyarakat.

Mohon sekali lagi untuk dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya, dalam kesempatan kali ini, sekali lagi, kami berharap kepada seluruh keluarga, untuk membukakan pintu maaf kepada kami, dan ini sangat mengganggu.

Kami sekali lagi mengapresiasi, kami bukan kelompok intoleran atau melawan negara, seakan murni dipergunakan untuk internal kami. Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya dan senjata ini semua hanya senjata-senjata angin, tidak ada pelurunya.

Dan kami serahkan sepenuhnya hari ini ke TNI Polri, untuk diambil (disita) dalam rangka untuk pembelajaran bagi kami, dan sekali lagi saya akhiri, ucapan terima kasih dan permohonan maaf sebesar-besarnya.

Selain Ujang, terdapat tiga orang lain di video itu: Salah satunya adalah Razak Daud, Sekretaris Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Sukabumi.

Ridwan Kamil Menyesalkan

Menanggapi video tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyesalkan adanya ucapan yang disampaikan oleh Ujang. Sebab, dia menilai ulama harus memberikan contoh teladan.

"Saya mendapatkan laporan ada peristiwa yang dilakukan oleh Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sukabumi, intinya satu saya menyesalkan sebagai tokoh dalam kepengurusan majelis ulama harus memberikan sebuah keteladanan yang sangat baik," kata Ridwan kepada wartawan di Kantor DPRD Jabar, Senin (27/3).

Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, Ujang Hamdun (kedua kiri). Foto: Twitter/@narkosun__

Terkait pencalonan Ujang sebagai pengurus DKM di Masjid Raya Al-Jabbar, Ridwan mengatakan bahwa jajaran pengurus di masjid megah tersebut memang berasal dari berbagai organisasi masyarakat yang ada di Jabar.

"Al Jabbar DKM-nya semangatnya adalah keterwakilan, jadi pengurus DKM Al Jabbar itu semuanya terwakilkan dari semua ormas Islam secara organisasi dan seluruh rekomendasi MUI dari 27 kabupaten kota, sehingga semua mempunyai perwakilan," ucap Ridwan.

Jika pun nantinya ada suatu hal yang dinilai tak baik, maka jajaran pengurus dapat dievaluasi. "Bahwa ternyata di kemudian hari jika ditemukan ada hal yang sifatnya tidak baik atau hal yang tidak sesuai dengan aturan maka tentu bisa dievaluasi kepengurusan di Al Jabbar," ujar Ridwan.

video youtube embed
X post embed

=====

kumparan bagi-bagi berkah senilai jutaan rupiah. Jangan lewatkan beragam program spesial lainnya. Kunjungi media sosial kumparan untuk tahu informasi lengkap seputar program Ramadhan! #BerkahBersama