Sekretaris OC Muktamar: Penentuan 9 AHWA Dilaksanakan Minggu Pagi

Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah selesai digelar. Pleno tersebut menghasilkan sistem pemilihan Ketua Umum PBNU melalui mekanisme Ahlul halli wal aqdi (AHWA), Minggu (30/8) dini hari di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 NU, Prof Mohammad Nuh, mengatakan agenda selanjutnya yakni pembahasan teknis terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.
Setelah itu, agenda muktamar dilanjutkan dengan pemilihan sembilan AHWA dari suara terbanyak yang telah diambil dari seluruh PCNU dan PWNU pada Minggu (30/8) pagi.
"Besok dengan hasil ini kita akan melanjutkan pembahasan lebih teknis lagi tentang mekanisme pemilihan ketua umum. Insyaallah besok pagi bisa kita rampungkan, sehingga begitu selesai kita awali dulu dengan tabulasi AHWA," kata Nuh di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8).
Ia menjelaskan, dari tabulasi AHWA itu nantinya akan disidangkan untuk bermusyawarah menetapkan atau menunjuk Rais Aam.
Setelah Rais Aam dipilih oleh AHWA, baru dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Umum PBNU.
"Karena ketua umum, itu calon-calon ketua umum sebelum dipilih oleh AHWA harus mendapatkan restu terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais 'Aam. Oleh karena itu Rais 'Aam-nya harus ditentukan terlebih dahulu. Mudah-mudahan minggu besok, Ahad besok semuanya sudah bisa kita selesaikan," ujar dia.
