kumparan
News20 Desember 2019 12:01

Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin Gunakan Sidik Jari

Konten Redaksi kumparan
PTR, Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin
Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin yang gunakan gembok sidik jari. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Ombudsman RI dipimpin komisionernya Adrianus Meliala mengunjungi Lapas Sukamiskin pada Jumat (20/12). Dalam kunjungan tersebut, Ombudsman didampingi langsung oleh Kakanwil Kemenkumham Jabar Liberti Sitinjak dan Kalapas Sukamiskin Abdul Karim.
ADVERTISEMENT
Pantauan kumparan, kunjungan dimulai pukul 08.00 WIB dan terbuka bagi awak media. Di Lapas Sukamiskin, terlihat sedang ada renovasi yang dimulai sejak bulan Oktober 2019. Selama proses renovasi, narapidana di lapas telah dipindahkan ke ruangan lain yang masih berada di kompleks lapas.
Adrianus, Liberti, beserta rombongan, berjalan sambil sesekali berbincang. Mereka mengunjungi dua blok antara lain blok utara dan timur di lantai bawah maupun atas. Mereka pun memasuki sejumlah sel narapidana termasuk sel terpidana kasus korupsi tersohor seperti Setya Novanto.
Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin
Suasana di sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin yang gunakan gembok sidik jari. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Sel yang dihuni Setya Novanto tertutup rapat dan digembok ketika rombongan hendak masuk. Pintu dengan tulisan "Dalam Perawatan Medis" tersebut dikunci menggunakan gembok yang hanya bisa dibuka dengan sidik jari. Rombongan mesti menunggu sebelum pintu dibuka oleh seorang petugas lapas.
Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin
Suasana di sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin yang gunakan gembok sidik jari. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Di dalam, terlihat sel bernomor 4 itu berukuran lebih luas dibanding sel-sel lainnya. Terdapat dua kasur, beberapa buku yang tertata di rak, kamar mandi dengan toilet duduk, serta beberapa peralatan mandi. Adapun tembok kamar terlihat baru saja selesai dicat.
Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin
Suasana di sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin yang gunakan gembok sidik jari. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Adrianus menegaskan, Ombudsman datang untuk berkunjung dan hendak menemui narapidana demi kepentingan kajian. Namun, dia mengajak wartawan karena menilai informasi mengenai keadaan Lapas Sukamiskin sekarang patut diberitahukan kepada publik.
Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin
Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin yang gunakan gembok sidik jari. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Sebab, menurut Adrianus, selama ini terdapat suatu anggapan atau penilaian mengenai perbedaan perlakuan pada sejumlah narapidana. Namun, ketika dilihat, Kanwil Kemenkumham Jabar sedang melakukan perbaikan dengan tujuan membuat sel yang dihuni narapidana sesuai ketentuan.
ADVERTISEMENT
"Selama ini kita mendapatkan suatu anggapan terdapat perbedaan perlakuan, terdapat hal yang tidak standar, maka ketika ada suatu niat dari Kanwil Kemkumham pada untuk menyamakan standar tersebut, maka itu kan hal yang baik," kata dia usai kunjungan.
Adrianus menuturkan, perbaikan terlihat telah mencapai 80 hingga 90 persen. Nantinya, hasil pekerjaan perbaikan akan diserahkan tanggal 31 Desember mendatang. Dia mengakui masih ada beberapa hal yang kurang maksimal terutama soal sel hunian narapidana yang terkesan belum sesuai ketentuan.
"Seperti misalnya contoh ada ruangan yang tidak terkesan standarnya mendekati yang lain seperti misalnya ada kamar yang kemudian masih dibiarkan terasnya, juga kemudian dibiarkan kitchen setnya di dinding, itu ya maka menjadi perhatian dari kami kenapa hal ini dibiarkan," ucap dia.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu, Adrianus berharap Kanwil Kemenkumham Jabar dapat menangani kekurangan tersebut sehingga tujuan melakukan standarisasi terlaksana dengan baik. Adapun sel yang dimaksud olehnya yakni milik Setya Novanto, Nazarudin, dan Joko Susilo.
"Jadi saya pikir hal-hal yang kita lihat bersama-sama untuk kemudian perlu menjadi perhatian, kami minta kepada Kakanwil untuk diperhatikan sehingga hakikat standar itu terpenuhi hingga hal-hal yang optimal," terang dia.
"Kami serahkan saja kepada Kakanwil dan jajaran kenapa hal itu bisa terjadi. Kan kesannya begini, kalau kesan di luar kan bahwa kamar ini ada yang Untouchables. Nah ketika itu terjadi bagaimana pengawasan dari pihak lapas atau pihak inspektur yang mengawasi hari-hari ini," lanjut dia.
Akan tetapi, Adrianus menuturkan, kamar Joko Susilo telah mengalami beberapa perbaikan menuju standar yang diharapkan. Sementara itu, dua kamar lainnya hanya dinding yang berubah sedangkan tempat tidur, beberapa lemari, dan lantai masih dibiarkan.
ADVERTISEMENT
"Namun untuk konteks yang dua kamar itu karena yang konteks Joko Susilo sebenarnya sudah banyak yang berubah tapi kalau konteks kamar Pak Setya Novanto dan Nazaruddin nampaknya hanya dinding yang berubah tapi untuk tempat tidur dan beberapa lemari utama dan lantai nampaknya dibiarkan," jelas dia.
Terkait ukuran sel, Adrianus menyebut, tiga sel yang dihuni narapidana tersebut sebenarnya terdiri dari enam sel tapi dijebol. Dia mengaku telah berbincang dengan Liberti untuk berkoordinasi dengan instansi cagar budaya agar mengembalikan bangunan ke bentuk asalnya. Diketahui, Lapas Sukamiskin merupakan bagian dari cagar budaya.
"Kepada tiga kamar itu sebenernya terdapat penjebolan sel artinya itu sebenarnya ada enam sel yang dijebol sehingga menjadi tiga sel. Di sini kan ada soal karena ini cagar budaya. Tadi dari awal Pak Kakanwil mengatakan ini adalah cagar budaya dan usul agar jangan sampai cagar budaya ini rusak. Tapi ternyata kan itu sudah dirusak oleh yang bersangkutan (Setnov, Joko Susilo, dan Nazarudin)," kata dia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan