Selain Jakarta, LRT Juga Dibutuhkan Bandung dan Surabaya

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Light Rail Transit (LRT) (Foto: Dok. PT INKA)
zoom-in-whitePerbesar
Light Rail Transit (LRT) (Foto: Dok. PT INKA)

Pembangunan transportasi publik yang aman, nyaman dan cepat menjadi prioritas utama Pemerintah Kota dan Provinsi. Salah satu moda transportasi yang mereka bidik adalah kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT).

Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah membangun proyek tersebut. Ada dua proyek LRT yang sedang dikerjakan. Pertama adalah LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) dan LRT Velodrome-Kelapa Gading. Pembangunan kedua proyek LRT tersebut guna menekan angka kemacetan di DKI Jakarta.

Namun tidak hanya di Jakarta, beberapa kota di Indonesia juga mulai merencanakan untuk membangun LRT. Misalnya Kota Bandung dan Surabaya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan proyek LRT agar bisa terealisasi dalam waktu dekat. Namun ia mengeluh karena selama ini dana dari APBN tak bisa digunakan untuk pembangunan kereta ringan tersebut.

Kinerja Light Rail Transit (LRT) (Foto: Dok. PT INKA)
zoom-in-whitePerbesar
Kinerja Light Rail Transit (LRT) (Foto: Dok. PT INKA)

"Kalau saya analogikan, sama seperti pasangan yang baru nikah, mau punya rumah, harus nabung dulu dalam waktu lama atau ajukan KPR, KPR versi pembangunan infrastruktur wilayah kota itu kami PPP (Public Private Prtnership)," ungkap Pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut saat ditemui di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat malam (12/5).

Lebih lanjut ia mengatakan, selama ini pihaknya susah payah mencari pendanaan untuk proyek LRT Bandung. Padahal menurutnya, Bandung telah berkontribusi bagi perekonomian nasional.

"Bandung tumbuh 7,6 persen itu dengan macet yang sudah jadi rutinitas, ditambah orang Jakarta weekend (ke Bandung) jadi tambah macet Bandung," jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini Bandung membangun dengan uang secukupnya dan mengandalkan inovasi. Sementara itu ia sudah menentukan proyek LRT yang prioritas dibangun tahun ini adalah koridor I dan koridor II. Koridor I akan menghubungkan Stasiun Bandung ke Tegalega dan koridor II untuk Sabuga ke Leuwipanjang.

Ruang penumpang Light Rail Transit (LRT) (Foto: Dok. PT INKA)
zoom-in-whitePerbesar
Ruang penumpang Light Rail Transit (LRT) (Foto: Dok. PT INKA)

"Nilainya Rp 60 triliun, kalau dipilih hanya satu, kami prioritaskan publik koridor I dan II, koridor II ini penting karena kalau enggak cepat, nanti akan diturunkan di tengah sawah (naik LRT)," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga mengusulkan proyek LRT Surabaya agar mendapat pendanaan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pihaknya juga telah melakukan studi kelayakan terkait kereta ringan tersebut.

"Akan memudahkan kalau KPBU karena LRT menyangkut perizinan mulai dari trayek operasional di Kemenhub, makanya kami asumsikan program LRT di KPBU, nilainya untuk arah Utara-Selatan Rp 1,2 triliun, Timur-Barat nilainya Rp 2,6 triliun," pungkasnya.