Selain ke Warga Depok, WN Jepang Juga Tularkan Corona ke Perawat Malaysia

Warga negara Jepang yang menularkan virus corona atau COVID-19 kepada dua warga Depok, Jawa Barat, mendapat label kasus ke-24 di Malaysia.
WN Jepang itu memang tinggal dan bekerja di Malaysia. Pada Januari 2020 dia meninggalkan Malaysia untuk pergi ke Jepang, pada awal Februari dia pergi ke Indonesia dan sempat menghadiri acara dansa pada 14 Februari, kemudian dia balik ke Malaysia.
Pada tanggal 17 Februari dia demam dan dirawat di rumah sakit. Pada tanggal 27 Februari, WN Jepang itu dinyatakan positif terpapar corona. Pada Jumat, 28 Februari, Kemenkes Malaysia mengumumkan bahwa WN Jepang itu merupakan kasus ke-24 di negaranya.
Mengutip The Star, pada Minggu, 1 Maret 2020, Dirjen Kemenkes Malaysia Datuk Dr Noor Hisham Abdullah mengumumkan perkembangan terbaru kasus corona di negaranya.
Hisham mengumumkan bahwa seorang perawat peserta pelatihan (trainee) telah terinfeksi COVID-19. Dia merupakan petugas kesehatan pertama yang terinfeksi penyakit ini di Malaysia.
Wanita berusia 20 tahun itu adalah satu dari empat kasus COVID-19 baru yang dilaporkan pada Minggu (1/3).
Keempat kasus tersebut adalah WN Malaysia dan ini membuat jumlah total orang yang terinfeksi COVID-19 menjadi 29.
Perawat trainee tersebut dicap sebagai kasus 27. Dia sedang menjalani pelatihan jangka pendek di rumah sebuah sakit swasta dan telah merawat pasien kasus 24 (WN Jepang). Dalam penelusuran dinas kesehatan, perawat trainee itu diidentifikasi memiliki kontak dekat dengan pasien kasus 24 .
Pada 21 dan 22 Februari, perawat trainee itu telah menangani pasien kasus 24 tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti yang disarankan.
Pada 27 Februari, perawat trainee mulai batuk dan dinyatakan positif COVID-19 pada 29 Februari. Dia dikirim ke bangsal isolasi di Rumah Sakit Kuala Lumpur untuk perawatan dan pengamatan lebih lanjut.
Sedangkan terkait WN Jepang tersebut, Kemenkes Malaysia telah merilis informasinya pada 28 Februari sebagai berikut:
Kasus ke-24 merupakan seorang perempuan warga negara Jepang berusia 41 tahun yang bekerja di Malaysia. Dia memiliki sejarah bepergian ke Jepang pada bulan Januari dan juga ke Indonesia pada awal Februari.
Pasien mengalami gejala demam dan dirawat di rumah sakit pada 17 Februari 2020. Dia dirawat di rumah sakit swasta pada 20 Februari 2020.
Tes deteksi COVID-19 diambil untuk kasus ini dan dikonfirmasi positif pada 27 Februari 2020. Dia saat ini dirawat di bangsal isolasi Rumah Sakit Kuala Kuala Lumpur.
Tiga hari setelah Malaysia mengumumkan kasus ke-24, Presiden Jokowi menyampaikan kasus pertama corona di Indonesia yang menyerang warga Depok, Senin (2/3). Pengumuman dilakukan di Istana Merdeka. Saat ini dua warga Depok itu dirawat di RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Suroso, Jakarta Utara.
