Selain Perkosa-Bunuh Dosen, Polisi Jambi Juga Curi Motor, Mobil, Emas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil milik dosen perempuan yang dibawa kabur polisi di Jambi, di Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Mobil milik dosen perempuan yang dibawa kabur polisi di Jambi, di Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi. Foto: Dok. Istimewa

Kapolda Jambi Irjen Krisno Siregar mengungkapkan bahwa kasus Anggota Polres Tebo bernama Bripda Waldi (22 tahun) bukan hanya memperkosa dan membunuh dosen perempuan berinisial EY (37).

Ada juga pencurian mobil Honda Jazz, motor Honda PCX, perhiasan emas milik korban.

"Motif pembunuhan berkaitan dengan asmara, ada pertikaian. Nah, kenapa dia sampai mencuri mobil, motor, perhiasan emas, itu masih kami dalami," kata Krisno saat dihubungi kumparan, Senin (3/11).

"Korban dipiting terus dipukul pakai gagang sapu. Kasus ini terungkap kurang dari 24 jam. Tim telah merespons dengan cepat," ujar Krisno.

Anggota Propam Polres Tebo, Bripda Waldi Aldiyat yang membunuh dosen bernama Erni Yuniati. Foto: Dok. Istimewa

Korban EY merupakan dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo.

EY ditemukan oleh temannya yang khawatir akan keadaannya, di rumah EY di Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi.

Teman EY itu melihat pintu belakang rumah EY tidak terkunci, lalu menemukan korban di kasur dalam kondisi hanya mengenakan pakaian dalam, dengan kepala tertutup bantal dan kaki tertutup sarung.

Rumah di Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi, TKP kasus polisi bunuh dosen perempuan. Foto: Dok. Istimewa

Tubuh EY lebam di wajah, bahu, dan leher. Di bagian kepala pun ada luka.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengatakan tindakan pelaku sangat keji.

"Pelaku memang sangat jeli dan bengis, karena korban kondisinya itu sangat mengenaskan. Jadi pembunuhan, kemudian barang-barang berharga seperti mobil Jazz, motor PCX, perhiasan, itu diambil dan berusaha untuk mengaburkan (jejak) dari TKP," ujar Natalena.

"Pelaku sudah mempersiapkan dengan proses yang memang lumayan sulit, tapi alhamdulillah dalam kurang dari 1 x 24 jam kami bisa ungkap kasus tersebut," kata Natalena.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono (tengah), Wakil Bupati Bungo Dedy Putra (kedua kiri), Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Ilham Tri Kurnia (kedua kanan), saat menyampaikan perkembangan kasus polisi bunuh dosen. Foto: Dok. Istimewa