Selain Perkosa Santri, Kiai Gadungan di Semarang Tipu dan Serobot Tanah
·waktu baca 2 menit

Kiai gadungan Bayu Aji Anwari (46) yang memperkosa 6 santriwati di Semarang ternyata juga dilaporkan atas kasus penipuan dana Baitul Maal Wat Tamwil.
Anwari memiliki masalah dengan tetangganya atas kasus penyerobotan tanah.
Anwari memiliki bunker atau ruang bawah tanah yang dibangun di atas rumah milik tetangganya sendiri bernama Yanti (53).
Yanti mengatakan, Anwari membangun bunker di bawah rumahnya tanpa izin. Awalnya, Anwari hanya meminta izin menggunakan tanahnya selebar 1 meter. Namun ternyata Anwari membangun bunker hingga 10 meter.
"Awalnya izin gali sedikit, 1 meteran untuk ruang khusus tamu, saya izinkan karena tanah mati orang tak gowo, cuma pas praktiknya gali sampai 10 meter. Itu saya benar benar kaget, benar benar marah," kata Yanti saat ditemui, Jumat (8/9).
Yanti sudah meminta Anwari bertanggung jawab soal ruangan bawah tanah itu. Namun, Anwari hanya memberikan janji-janji palsu dan omongan tak masuk akal.
"Ketika itu saya protes, dijawab dia tidak apa-apa nanti mau tanggung jawab. Dia malah mengatakan saya dapat mimpi dapat petunjuk untuk jagain Mba Yanti yang sudah janda dengan membangun ini," jelas dia.
Pembangunan bunker dengan luasan 10 x 10 meter itu dilakukan Anwari saat dirinya bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sebuah kos. Pekerjaan itu membuatnya jarang pulang sehingga Anwari bisa membangun sesukanya.
"Saya kan jarang pulang jadi mungkin dimanfaatkan itu. Saya takut rumah saya roboh atau longsor karena sudah digali, digrowongi sebegitu lebarnya.Dia perkosa orang itu kesalahan dia, saya hanya minta hak saya saja. Hanya menuntut itu, pembayaran tanah sama surat pernyataan. Nanti mungkin saya laporan polisi," tegas Yanti.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan mengatakan selain memperkosa santriwatinya, Anwari juga dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan uang BMT.
"Dugaan tindak pidana lagi masih dalam pendalaman, dugaan tindak pidana penipuan sudah dilaporkan sudah kita dalami. 1 orang sudah laporan," kata Donny.
Untuk diketahui, kiai abal abal itu dilaporkan Haryono (41) pria asal Grobogan. Haryono melaporkan adanya kasus penipuan dan penggelapan yamg dilakukan oleh Anwari lewat Baitul mal wat tamwil (BMT) Khasanah. Haryono pun kehilangan uang puluhan juta rupiah.
