Selain Ribuan Babi, Sejumlah Kucing di Luwu Utara juga Mati Mendadak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kucing melihat ke luar jendela saat hujan turun.
 Foto: Natali9701/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kucing melihat ke luar jendela saat hujan turun. Foto: Natali9701/Shutterstock.

Ribuan babi mati akibat terjangkit virus Demam Babi atau African Swine Fever (ASF) di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Namun ternyata, selain babi, terdapat sejumlah kucing juga dilaporkan mati mendadak di daerah tersebut.

Warga Dusun Tombang Biru, Desa Kalukku, Luwu Utara, Miarno mengatakan kucing rekannya di wilayah tersebut mati. Jumlahnya mencapai 7 ekor.

"Dua hari berturut-turut 7 ekor kucingnya mati," ujar Miarno kepada wartawan, Kamis (4/5). Di antara kucing yang mati, berjenis Anggora.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian Luwu Utara Kaswanto mengaku belum mengetahui jika ada kejadian tersebut. "Belum ada laporan yang kami terima," ujarnya.

Belum diketahui mengapa kucing-kucing tersebut mati mendadak. Namun, petugas peternakan di Kecamatan Sukamaju-Kecamatan Sukamaju Selatan, Muh Sahril, menyebut virus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) hanya menjangkit babi.

Pihaknya mengelak jika kucing yang mati akibat terjangkit virus tersebut. "Virus ASF hanya untuk babi. Kalau kucing besar kemungkinan penyakit Rabies," ujarnya.

Ribuan Babi Mati karena ASF

Ilustrasi babi. Foto: Ivan Protsiuk/Shutterstock

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Luwu Utara Kaswanto mengatakan ribuan ternak babi yang mati akibat terserang Virus Demam Babi atau ASF. Hal itu diketahui setelah ada hasilnya keluar dari laboratorium Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi Selatan.

"Sudah ada hasilnya keluar dari laboratorium. Jadi ribuan Babi yang mati akibat terjangkit virus demam babi atau African Swine Fever (ASF)," ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima Kamis 4 Mei 2023 dari Dinas Pertanian Luwu Utara. Babi yang mati sebanyak 3.762 ekor.

Jumlah tersebut tersebar di beberapa wilayah yakni:

  • Desa Minangatallu 32 ekor;

  • Desa Sukamaju 397 ekor;

  • Desa Mulyasari 103 ekor;

  • Desa subur 13 ekor;

  • Desa Rawamangun 1,200 ekor;

  • Desa Mekar Jaya 1.870 ekor;

  • Desa Cendana Putih 101 ekor;

  • Desa Cendana Putih Satu 16 ekor; dan

  • Desa Cendana Putih Dua 30 ekor.

"Sementara babi yang sakit ada 88 ekor," ujarnya.

Adapun tanda-tanda penyakit demam babi Afrika yakni demam tinggi. Nafsu makan berkurang dan tubuh merasa lemas. Kulit merah. Diare dan muntah. Batuk serta kesulitan bernapas.