kumparan
7 Jun 2018 1:00 WIB

Selawat Badar Iringi Proses Pemakaman Cucu Sultan Aceh Terakhir

Pemakaman cucu terakhir Sultan Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Iringan selawat badar terdengar mengantarkan jenazah pewaris Kesultanan Aceh, Sultanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam, menuju ke tempat peristirahatannya yang tertakhir.
ADVERTISEMENT
Cucu Sultan Aceh terakhir itu dikebumikan di Kompleks Badan Pembina Rumpun Iskandarmuda (Baperis), Banda Aceh. Lokasi ini merupakan kompleks makam Sultan Iskandar Muda, dan makam Sultan Besar Sultan Mansur Syah.
Kain kuning memayungi keranda jenazah saat tiba di lokasi pemakaman sekitar 22.30 WIB. Tampak ratusan masyarakat turut menghadiri dan menyaksikan proses pemakaman.
Pantauan kumparan, warga yang hadir tampak berebut memegang kain kuning untuk memayungi jenazah menuju pemakaman. Suara takbir dan selawat tidak berhenti dilantunkan. Seluruh keluarga besar dari almarhumah Sultanah Teungku Putroe dan ahli waris turut menyaksikan orang tua mereka menuju ke tempat pemakaman.
Pemakaman cucu terakhir Sultan Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Sebelum dikebumikan Sultanah Teungku Putroe terlebih dahulu disalatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh oleh para jemaah salat tarawih. Usai dikebumikan kemudian seluruh masyarakat dan kelurga yang hadir menggelar zikir dan doa bersama di lokasi pemakaman.
ADVERTISEMENT
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, saat menghadiri proses pemakaman menyampaikan dirinya dan seluruh masyarakat Aceh turut berduka.
“Jadi hari ini kita telah mengantar seorang senior kita, cucu dari Raja Aceh terakhir. Cucu perempuan dari Sultan Muhammad Daodsyah. Beliau meninggal di Mataram. Ribuan kilometer dari Aceh namun tiba juga ke tanah kelahirannya,” ucap Irwandi, usai menabur bunga.
“Hari ini saya selaku pimpinan Aceh dengan resmi melepaskan kepergian Tuanku Sultanah. Mari kita berdoa agar beliau mendapat rahmat dan diterima di sisi Allah,” tambah Irwandi.
Pemakaman cucu terakhir Sultan Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Teungku Putroe wafat pada Rabu (6/6) pagi sekitar 06.45 WITA, di RS Kota Mataram, NTB. Sebelum dipulangkan ke Aceh, jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Kesra Raya No.124, Perumnas Tanjung Karang, Mataram.
ADVERTISEMENT
Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Cahya Nur Alam merupakan anak dari Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Muhammad Daodsyah. Sementara Sultan Muhammad Daodsyah merupakan Sultan Aceh Darussalam yang terakhir, yang memimpin perang melawan Belanda.
Pada 2017, Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam sempat dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Negara. Dia menerima gelar pahlawan nasional yang diberikan negara untuk Laksamana Malahayati. Plakat gelar pahlawan itu diterima langsung Teungku Putroe Safiatuddin sebagai ahli waris dari Laksamana Malahayati.
Pemakaman cucu terakhir Sultan Aceh (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan