Selesaikan Sengketa Laut China Selatan, Anwar Ibrahim Siap Nego dengan China

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Malaysia yang baru diangkat Anwar Ibrahim bereaksi saat menyampaikan pidatonya dalam sebuah pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (24/11/2022). Foto: Vincent Thian/POOL/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Malaysia yang baru diangkat Anwar Ibrahim bereaksi saat menyampaikan pidatonya dalam sebuah pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (24/11/2022). Foto: Vincent Thian/POOL/AFP

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memastikan siap negosiasi sengketa Laut China Selatan (LCS) dengan Beijing. Perundingan dilakukan demi melindungi upaya eksplorasi energi Malaysia di perairan kaya sumber daya alam itu.

China mengeklaim hampir seluruh kedaulatan di LCS. Setiap tahunnya perairan strategis ini dilalui perdagangan dengan nilai menyentuh triliunan USD. Klaim China sudah ditolak oleh pengadilan internasional karena tidak mempunyai dasar hukum kuat.

Klaim China atas LCS memicu sengketa dengan beberapa negara Asia Tenggara. Selain Malaysia, sengketa China di LCS juga berlangsung dengan Filipina, Vietnam, dan Brunei.

Ilustrasi Laut China Selatan. Foto: Getty Images

Demi menyelesaikan sengketa, Anwar baru saja terbang ke Beijing. Ia mengatakan, isu sensitif dibicarakan dengan Presiden China Xi Jinping.

Isu sensitif mengenai LCS dibahas lantaran perusahaan energi Malaysia, Petronas, memilki anjungan minyak besar d LCS. Petronas turut pula memiliki sejumlah proyek eksplorasi di wilayah itu.

"Saya katakan sebagai negara kecil kami butuh sumber daya alam, gas dan minyak, kami harus melanjutkan (eksplorasi) ini," kata Anwar dalam pidato bulanan di kantor PM Malaysia seperti dikutip dari Reuters.

Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin di Moskow, Rusia, 20 Maret 2023. Foto: Sputnik/Sergei Karpukhin/Pool

"Tapi kalau syaratnya negosiasi, kami pun siap negosiasi," sambung dia.

Anwar tidak membeberkan rincian lebih lanjut mengenai diskusinya dengan Xi Jinping.

Isu LCS menjadi salah satu masalah terpanas antara negara-negara di Asia Tenggara dan China. Beberapa tahun terakhir China mulai membangun pulau buatan hingga fasilitas militer di perairan sengketa itu.

Kondisi semakin panas ketika sejumlah negara Asia Tenggara menuduh China sengaja menghancurkan kapal-kapal penangkap ikan yang masuk LCS.

Pada 2021, Malaysia memanggil utusan China untuk ASEAN. Pemanggilan ditujukan untuk memprotes masuknya kapal Chin di zona ekonomi mereka di perairan sengketa LCS.

Awal 2021 juga, pesawat tempur Malaysia menghalau 16 jet tempur China yang masuk ke wilayah Borneo Negeri Jiran dekat LCS.