Selidiki Penyebab Kebakaran KMP Batumandi, Polisi Periksa 18 Saksi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal tunda menyemprotkan air ke arah Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Rabu (21/10/2026). Foto: Rikardo/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kapal tunda menyemprotkan air ke arah Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Rabu (21/10/2026). Foto: Rikardo/ANTARA FOTO

Polda Banten masih menyelidiki penyebab kebakaran KMP Batumandi di perairan Merak, Cilegon, Banten. Meski kapal tersebut kini telah terbalik dan tenggelam, proses penyelidikan tetap berjalan.

Polda Banten akan berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak untuk mengangkat kapal tersebut guna mempermudah proses olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami dari direktorat Polair Polda Banten akan berkoordinasi dengan ASDP dan KSOP Merak untuk bisa mengapungkan kapal tersebut dalam rangka penyelidikan untuk olah TKP,, " Ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Kamis (22/10).

Maruli mengatakan, penyidik Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Banten telah memeriksa 18 saksi terkait kebakaran kapal tersebut. Mereka terdiri dari penumpang, kepala kamar mesin, dan kru kapal.

"Saat ini dari penyidik direktorat Polair Polda Banten sudah memeriksa 18 orang saksi, sehingga penyelidikan masih berjalan, saksi itu terdiri dari penumpang kapal, kepala kamar mesin, kru kapal, kami pastikan penyelidikan sampai saat ini masih berjalan," ungkapnya.

Selain itu, Polda Banten akan berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mendukung proses penyelidikan. Nakhoda kapal juga dijadwalkan segera diperiksa.

"Dan kita berkoordinasi dengan Puslabfor mabes Polri untuk olah TKP, untuk nakhoda akan segera diperiksa," Katanya.

Sementara itu, Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto menjelaskan, pihaknya menerima laporan bahwa KMP Batumandi mulai miring pada Rabu (21/10) malam.

"Kami dapat laporan dari anggota kapal sudah mulai miring, sekitar pukul 20.55 WIB kapal mulai terbalik, kedalaman di TKP kapal tenggelam sekitar 10-15 meter, sedangkan tinggi kapal sekitar 20 meter sehingga ketika terbalik dan tenggelam masih kelihatan tidak tenggelam semua," jelasnya.

Eko berharap kondisi kapal yang terbalik dan tenggelam tidak menghambat proses olah TKP. Pihaknya akan berupaya maksimal untuk melanjutkan penyelidikan.

"Mudah-mudahan hasil pemeriksaan olah TKP tidak berpengaruh akibat tenggelamnya kapal tersebut, kami akan berupaya maksimal melakukan penyelidikan yang intensif," ujarnya.

Terkait penyebab kapal terbalik dan tenggelam, Eko mengatakan terdapat sejumlah faktor yang mungkin memengaruhi kondisi tersebut, termasuk arus laut dan air yang digunakan untuk memadamkan kebakaran.

"Karena kejadian kapal terbalik dan tenggelam ini tidak disengaja karena di laut banyak faktor, baik itu arus, ataupun air dari penyiraman kebakaran yang membuat kapal oleng," katanya.