Selokan Meluap karena Hujan Deras, Air Sampai Masuk ke RSUP Sanglah Denpasar
ยทwaktu baca 2 menit

Hujan lebat mengguyur sebagian besar wilayah Bali pada Minggu (5/12) hingga Senin (6/12) pagi. Hujan ini menyebabkan sejumlah aliran sungai dan selokan di Kota Denpasar meluap.
Akibatnya, sejumlah titik mengalami genangan cukup tinggi. Salah satunya di area RSUP Sanglah Denpasar.
Air dari Jalan Pulau Bali meluap hingga genangan di lorong pintu masuk RSUP Sanglah Denpasar. Tinggi genangan sekitar mata kaki orang dewasa.
Kepala Sub Bagian Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar Ketut Dewa Kresna mengatakan, air mulai masuk sekitar pukul 06.00 WITA. Namun, air surut 30 menit kemudian.
"Di depan Pulau Bali itu ada selokan besar dan meluap sampai masuk ke Sanglah. Tapi saat hujan sudah reda dan airnya surut," kata Dewa saat dihubungi, Senin (6/12).
Ia mengatakan, genangan air tersebut tak menggangu pelayanan di RS tersebut. Ia mengakui apabila terjadi hujan deras, air bisa masuk sampai area akses pintu masuk RSUP Sanglah.
"Airnya enggak masuk ke area ke unit pelayanan. Hanya akses masuk," kata dia.
Cuaca di Bali
Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar Diana Hikmah menjelaskan, hujan lebat turun di wilayah Bali Selatan dan Tengah. Curah hujannya sekitar 187,5 milimeter dan masuk kategori ekstrem.
Hal ini karena ada pola konvergesi yang terbentuk di wilayah Bali. Sehingga masa udara terkumpul di Bali dan berpotensi terbentuk awan hujan.
"Konvergensi adalah pola pertemuan angin di wilayah Bali. Denpasar sendiri dari data curah hujan kemarin hingga pagi sebesar 187,5 milimeter dan masuk kategori ekstrem," jelas Diana.
Ia mengimbau warga tetap waspada cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Sebab, pola komvergensi ini masih ada dan berpotensi hujan lebat hingga malam nanti. Bencana yang harus diwaspadai yakni banjir dan tanah longsor.
"Tapi dua hari ke depan menurun. Ada penurunan [potensi cuaca ekstrem)," kata dia.
