Semangat Belajar Tari Klasik Jepang Via Online di Tengah Wabah Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Geisha di Festival Tari Azuma Odori, Jepang Foto: REUTERS/Issei Kato
zoom-in-whitePerbesar
Geisha di Festival Tari Azuma Odori, Jepang Foto: REUTERS/Issei Kato

Wabah virus corona yang telah menggurita di Jepang nyatanya tak menjadi halangan warganya untuk beraktivitas. Meski tetap berdiam diri di rumah, mereka punya cara lain untuk tetap menyalurkan hobinya.

Seperti yang dilakukan para penggemar tarian klasik di Jepang. Menggunakan kemajuan teknologi, mereka tetap belajar tari melalui komputer tablet.

Pengajar tari klasik Jepang, Takujiro Hanayagi, menginstruksikan muridnya untuk menari via konferensi video. Dia mengajar tari yang dikenal ‘Nihon Buyo’ atau ‘Tarian Jepang’.

Geisha di Festival Tari Azuma Odori, Jepang Foto: REUTERS/Issei Kato

“Budaya tidak semestinya berhenti karena virus ini. Sekarang justru kita harus memikirkan apa yang bisa kita perbuat dengan kondisi seperti ini,” ujar Hanayagi seperti dikutip Reuters, Kamis (19/3).

Hanayagi mengajarkan murid-muridnya tarian yang dikenal sejak periode Edo (1603-1867) itu. Dia mencontohkan gerakan, kemudian diikuti murid-muridnya sambil terus menyimak melalui komputer tablet mereka masing-masing.

Tari Tradisional Kabuki, Jepang. Foto: Shutter Stock

“Ternyata tak seperti yang saya bayangkan, sebelumnya saya mengira ini tidak akan nyaman. Tapi, ini sama seperti berlatih normal saja,” kata salah satu peserta, Komaki Yamashita.

Per Rabu (18/3) pagi waktu setempat, Jepang tercatat memiliki 868 kasus positif virus corona, dengan 29 kematian.