Semangat Yani Berjualan di CFD meski Usia Senja dan Kaki Cedera: Daripada Ngemis
·waktu baca 2 menit

Ayani berjalan perlahan di tengah hiruk pikuk warga yang sedang menikmati di Car Free Day (CFD) di kawasan M.H Thamrin, Jakarta Pusat. Di tangan kiri perempuan berusia 64 tahun itu terselip sebuah tongkat yang membantu menyangga tubuhnya.
Tangan kanan Yani--panggilan akrab Ayani--menjinjing beberapa tas berisi bungkusan-bungkusan tisu dan masker yang ia jajakan. Dengan nada lirih, Yani mencoba menawarkan dagangannya itu kepada para warga yang melintas.
"Tisu, Pak. Tisunya, Bu," kata Yani pada Minggu (5/5).
Beruntung, ada beberapa warga yang sedang berolahraga yang berhenti menghampiri Yani untuk membeli tisu dan menyeka keringat mereka. Setelah menerima uang, Yani kembali berjalan tertatih-tatih, jemput bola menyusuri jalanan yang digunakan untuk CFD.
"Alhamdulillah, yang penting saya bisa makan, sudah," ucapnya dengan penuh syukur.
Yani yang tinggal di Tanjung Priok itu sudah beberapa tahun terakhir berjualan tisu dan masker. Suaminya sudah lama meninggal. Sedangkan putra tunggalnya bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol). Yani tak ingin hidup dengan membebani anaknya itu.
Meski harus menyusuri jalanan dengan kaki pincang, semangat Yani tak pernah surut. Yani bercerita, kedua kakinya tak bisa digunakan secara normal sejak ia tertabrak pengemudi motor tahun lalu.
Pasca-kecelakaan, Yani sudah dua kali dioperasi. Setelah itu pun, kedua kakinya masih terasa sakit saat dipakai berjalan.
"Masih sakit, linu," keluhnya.
Dalam sehari, sebenarnya keuntungan Yani tak seberapa. Satu bungkus tisu kering ia jual dengan harga Rp 5 ribu, sedangkan satu bungkus masker harganya Rp 15 ribu.
"Kalau [tisu] yang basah, anti bakteri, Rp 15 ribu," jelasnya.
Tiap gelaran CFD, Yani bisa mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. Ia mengaku bersyukur dengan pendapatan itu. Meski mungkin tak terlalu banyak, namun ia merasa pekerjaannya itu jauh lebih baik daripada hanya meminta-minta.
"Lebih baik begini daripada mengemis kan," tutup Yani.
