Semarang Banjir, Walkot Minta BBWS Segera Perbaiki Pompa yang Rusak
·waktu baca 2 menit

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta BBWS Pemali-Juana segera memperbaiki pompa mereka di rumah pompa Kali Sringin dan Kali Tenggang.
Hevearita mengatakan rusaknya pompa itu membuat penanganan banjir di terutama di wilayah Genuk dan Kaligawe terhambat.
"Tadi malam kami pantau Kali Tenggang hanya berjalan tiga pompa saja, lainnya rusak. Saya sudah bilang berkali-kali kepada BBWS Pemali Juana, makanya sampai tadi malam saya melaporkan ke Pak Sekjen dan Pak Direktur Kementerian PUPR karena seperti ini," ujar wanita yang akrab disapa Ita itu saat meninjau banjir, Selasa (28/11).
Menurutnya, jika seluruh pompa berfungsi dengan baik maka banjir bisa cepat ditangani. Apalagi, ada bantuan tambahan pompa untuk menyedot air di sejumlah titik.
"Kemudian sudah dibantu pompa mobile BBWS Pemali-Juana ada dua, dan ini kami kirimkan satu lagi dari BPBD Kota Semarang. Sebenarnya kalau semua pompanya nyala, pasti lebih cepat karena sekarang ini juga ditambah dengan pompa mobile PU ada dua di belakang RSI Sultan Agung," ujar dia.
Ita juga berencana akan membongkar dan meninggikan Jembatan Nogososro yang berada di Kawasan Tlogosari, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan. Sebab, jembatan ini justru menghambat aliran air ke Kali Tenggang.
"Upaya pertama saya minta teman-teman PU untuk dibongkar jembatan ini. Bisa pakai BTT (Belanja Tidak Terduga-red) yang penting dibongkar karena menjadi salah satu bottleneck yang ada di Nogososro. Saya bilang sudah tidak usah pembebasan lahan dulu, membuat yang ada di jalan ini saja, karena berada di bawah sekali," kata dia.
Ia berharap seluruh pihak terutama masyarakat untuk ikut serta berperan mengatasi banjir. Salah satunya dengan cara, tidak membuang sampah sembarang.
"Kemarin-kemarin kami sudah berupaya terus-menerus dengan menggali sedimen-sedimen tetapi memang tadi malam curah hujan sangat tinggi, dan yang kena wilayah hanya ini saja atau yang urusannya Tenggang dan Sringin. Saya cek wilayah lainnya sudah aman. Kemudian sampah, diambil satu truk yang isinya gedebog pisang, pampers, bantal, bahkan kasur. Sehingga kami harapkan penanganan bersama," kata Hevearita.
