News
·
30 Juni 2021 20:03
·
waktu baca 1 menit

Sempat Berkelit, Pengemudi Penganiaya Sopir Truk di Jakut Akui Todongkan Pistol

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sempat Berkelit, Pengemudi Penganiaya Sopir Truk di Jakut Akui Todongkan Pistol (732404)
searchPerbesar
Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi (kiri) menunjukan Airgun yang digunakan Omega, penganiaya sopir truk. Foto: Dok. Istimewa
Polres Metro Jakarta Utara terus menyelidiki kebenaran penggunaan pistol oleh tersangka penganiaya sopir truk kontainer di Jakarta Utara, Omega. Penodongan itu dilakukan saat tersangka yang mengemudikan Pajero tersebut diklakson pertama kali oleh korban.
ADVERTISEMENT
Wakapolres Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan pemeriksaan para saksi membuat tersangka tidak lagi bisa mengelak. Omega akhirnya mengakui keberadaan senjata itu.
Sempat Berkelit, Pengemudi Penganiaya Sopir Truk di Jakut Akui Todongkan Pistol (732405)
searchPerbesar
Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi (kiri) menunjukan Airgun yang digunakan Omega, penganiaya sopir truk. Foto: Dok. Istimewa
"Hasil pendalaman proses penyelidikan terhadap tersangka Omega dengan memeriksa beberapa saksi, sehingga tersangka tidak bisa mengelak dan mengakui bahwa yang bersangkutan menggunakan senjata laras pendek," kata kata Nasriadi dalam keterangannya, Rabu (30/6).
Omega mengaku senjata itu digunakan untuk menakuti korban di Jalan Yos Sudarso depan Mal Artha Gading. Peristiwa itu terjadi sebelum penganiayaan seperti yang terekam video dan viral.
"Untuk menakuti korban sopir tronton tersebut pada saat di TKP pertama di jalan depan Mal Artha gading saat korban membunyikan klakson ke mobil Pajero milik tersangka," kata Nasriadi.
Sebelumnya tersangka mengelak menodongkan pistol ke korban. Ia mengaku melakukan penganiayaan hanya menggunakan stik besi seperti yang ada di video.
ADVERTISEMENT
Namun setelah dilakukan pendalaman akhirnya dia mengakui menggunakan airgun. Ia menunjukkan lokasi penyimpanan pistol tersebut.
Saat ini airgun itu sudah disita polisi sebagai barang bukti.