Sempat Bersitegang dengan Warga, Massa Gejayan Memanggil Mundur

kumparanNEWSverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa Gejayan Memanggil sempat bersitegang dengan warga di pertigaan UIN Yogya Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Massa Gejayan Memanggil sempat bersitegang dengan warga di pertigaan UIN Yogya Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Massa Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) atau Gejayan Memanggil yang menggelar aksi di pertigaan UIN Sunan Kalijaga di Jalan Laksda Adisucipto, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta mundur ke titik awal di Bundaran UGM.

Sebelum mundur, peserta aksi sempat bersitegang dengan warga sekitar pukul 19.15 WIB. Pasalnya, dalam aksinya, peserta aksi turut memblokir simpang tiga UIN Sunan Kalijaga.

Sejumlah warga pun maju dan berteriak ke arah pendemo, sembari beberapa membawa bambu dan terjadi saling dorong.

Massa Gejayan Memanggil sempat bersitegang dengan warga di pertigaan UIN Yogya Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Munduro dalane nggo lewat (mundur jalannya buat lewat)," ujar para warga, Jumat (14/8).

Beruntung, ketegangan tak berlangsung lama dan bisa diredam oleh kepolisian yang berjaga. Para peserta aksi pun mundur ke UGM dengan berjalan kaki.

"Tidak ricuh. Cuma mungkin warga setempat merasa terganggu kan kegiatan unjuk rasa ada batasnya sesuai UU 18.00 WIB. Masyarakat sekitar situ merasa terganggu pengendara yang akan lewat pun merasa terganggu ya, kalau tadi ada insiden bisa dilerai. Dan massa aksi bisa menahan diri dan mau mundur," kata Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto.

"Kita tengahi kedua pihak supaya tidak ada bentrokan," imbuhnya.

Massa Gejayan Memanggil sempat bersitegang dengan warga di pertigaan UIN Yogya Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Setelah itu, massa aksi kemudian mundur ke titik awal di Bundaran UGM. Mereka berjalan sejauh 3 km dam tiba di Bundaran UGM sekitar pukul 20.45 WIB, lalu kemudian membubarkan diri.

Selama berjalan kembali ke arah UGM, beberapa peserta aksi juga sempat bersitegang dengan pengendara di jalan. Namun, ketegangan hanya berlangsung sebentar dan bisa diredam polisi dan peserta aksi lain.

"Mungkin pengendara mau jalan, kan pengendara punya hak. Massa aksi juga mungkin merasa hak tapi bisa diredam," katanya.

Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) kembali turun ke pertigaan Jalan Gejayan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Massa Gejayan Memanggil menuntut 7 tuntutan dalam aksi kali ini, yakni:

  1. Gagalkan omnibus law RUU Cipta Kerja

  2. Berikan jaminan kesehatan, ketersediaam pangan, pekerjaan, dan upah yang layak untuk rakyat terutama di saat pandemi

  3. Gratiskan UKT/SPP dua semester selama pandemi

  4. Cabut UU Minerba, batalkan RUU Pertanahan, dan tinjau ulang RUU KUHP

  5. Segera sahkan RUU PKS

  6. Hentikan dwi fungsi TNI Polri yang saat ini banyak menempati jabatan publik dan akan dilegalkan dalam omnibus law RUU Cipta Kerja

  7. Menolak otonomi khusus Papua dan berikan hak penentuan nasib sendiri dengan menarik seluruh komponen militer, mengusut tuntas pelanggar HAM, dan buka ruang demokrasi seluas-luasnya.

=====

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona