Sempat Ribut Soal Penumpang, Paguyuban Angkutan & Taksi Online Bandung Berdamai

Sempat terjadi keributan antara kelompok paguyuban angkutan dan pengemudi taksi online di area parkir Stasiun Bandung bagian utara pada Selasa (11/8) pagi. Perselisihan tersebut dipicu persoalan pengambilan penumpang di kawasan yang dianggap sebagai wilayah paguyuban angkutan.
Kapolsek Cicendo AKP Darno mengatakan, persoalan bermula ketika seorang pengemudi taksi online mengambil penumpang di kawasan sekitar Stasiun Bandung bagian utara yang selama ini dianggap sebagai wilayah operasional paguyuban angkutan lokal.
"Awalnya bermula dari order atau penumpang. Di situ ada paguyuban angkutan. Nah, ada salah satu taksi online yang mengambil penumpang di situ, sehingga paguyuban tidak menerima karena dianggap wilayah teritorial mereka," kata Darno saat dikonfirmasi, Rabu (12/8).
Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi keributan sekitar pukul 06.45 WIB. Polisi menyebut peristiwa itu sempat memicu ketegangan.
Situasi kemudian berlanjut pada malam harinya. Massa mulai berdatangan ke Polsek Cicendo sekitar pukul 20.00 WIB untuk meminta polisi menjadi mediator dalam persoalan tersebut.
Darno mengatakan, proses mediasi berlangsung selama beberapa jam, hingga sekitar pukul 00.30 WIB. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan tidak memperpanjang konflik.
"Dalam mediasi itu kita sampaikan poin-poin saling meminta maaf. Kemudian ada kesepakatan bahwa tidak ada lagi larangan ojek online atau taksi online mengambil penumpang di wilayah paguyuban," ujarnya.
Menurut Darno, sekitar 300 orang sempat mendatangi Polsek Cicendo untuk meminta persoalan tersebut ditengahi. Polisi kemudian mempertemukan pihak-pihak yang berselisih dan memfasilitasi pembuatan surat pernyataan sebagai bentuk kesepakatan damai.
"Alhamdulillah sudah selesai, sudah clear. Kita mediasikan, kita fasilitasi dengan membuat surat pernyataan dan video," katanya.
Terkait keributan yang terjadi di sekitar stasiun, Darno mengatakan pihaknya tidak menemukan adanya aksi pemukulan. Namun, berdasarkan rekaman video yang diperiksa, terlihat adanya aksi saling tarik baju dan adu ngotot antara sejumlah orang.
"Kalau pukul-pukulan tidak sempat kami lihat. Tapi kalau sampai tarik-tarikan baju, kemudian saling adu ngotot, itu ada. Kelihatan di video. Kalau pukul-pukulan, saya tidak menemukan di video," tuturnya.
Polisi juga memastikan tidak ada korban luka akibat perselisihan tersebut. Sejumlah pihak yang terlibat langsung dalam keributan telah dipanggil dan dikumpulkan untuk menyelesaikan persoalan.
Darno menegaskan, kedua kelompok akhirnya sepakat tidak lagi mempermasalahkan batas wilayah dalam mencari penumpang. Menurutnya, seluruh pengemudi memiliki hak yang sama untuk mencari nafkah selama tetap mematuhi aturan.
"Mereka sepakat bahwa tidak ada lagi pengkotak-kotakan bahwa ini wilayah saya, ini wilayah kamu. Enggak ada. Semua sesama satu aspal, mencari rezeki di ruang jalan yang sama," ujar Darno.
Ia berharap kesepakatan tersebut dapat menjadi penyelesaian akhir dan tidak ada lagi konflik antara pengemudi angkutan konvensional dan taksi online di wilayah Cicendo. Polisi juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mudah terprovokasi.
