Sempat Terisolir, Jembatan 1.200 Meter Buka Akses Desa Melintang

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menyasar ke desa-desa terpencil di Indonesia, salah satunya Desa Melintang yang terletak 30 km dari Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.
Desa itu berpenduduk sekitar 500 keluarga dan sempat terisolir karena tidak memiliki akses kendaraan karena berbatasan langsung dengan anak Sungai Mahakam.
Namun, warga desa itu kini tidak lagi khawatir lantaran TNI telah membangunkan jembatan sepanjang 1.200 meter yang menghubungkan Desa Melintang dan Desa Sebamban yang dulu terhalang oleh rawa-rawa.
“Kalau kita enggak ada jembatan biasanya 2-3 jam pakai perahu ke Kota Bangun, sekarang bisa cuman sekitar 1 jam pakai motor,” ujar Ahmad, salah satu warga Desa Melintang di Kaltim, Selasa (13/11).

Namun, jika menggunakan jalur darat, perjalanan dari Desa Melintang ke Kota Bangun tidak mudah untuk ditempuh karena jalanannya yang berliku dan masih banyak yang belum beraspal. Tapi hal tersebut masih lebih hemat dibandingkan harus menggunakan perahu yang bisa menghabiskan biaya Rp 250 ribu sekali jalan.
“Kalau pake perahu lebih mahal lagi. Bisa Rp 250-300 ribu. Soalnya isi minyak kapalnya juga,” ujar Ahmad.

Jembatan ini akhirnya diresmikan pada Selasa (13/11) oleh Plt Bupati Kutai Kertanegara Edi Damansyah. Ia berharap, pembangunan jembatan tersebut dapat meningkatkan perekonomian warga setempat. Dengan mayoritas warga Desa Melintang yang berpencaharian sebagai nelayan, diharapkan dapat memudahkan akses mereka menjual hasil tangkapannya ke pasar-pasar.
“Jadi, jembatan itu memang lebarnya 4 meter, tahannya mungkin sekitar 20 tahun, Jadi, kalau mobil-mobil kecil, carry, pick up itu bisa masuk sana. Jadi, kalau di sana kan memang nelayan. Ikan, ikan kering. Itu jadi bagian percepatan mendorong itu (ekonomi Desa Melintang),” kata Edi.
