Senayan City Buka Suara soal Pria Tendang Perempuan yang Sedang Antre

Pengelola mal Senayan City buka suara soal kejadian seorang perempuan ditendang oleh pria tak dikenal saat mengantre makanan di area food court di mal tersebut.
"Sehubungan dengan kejadian yang menimpa salah satu pengunjung kami di Senayan City, kami turut prihatin dan menyesalkan ketidaknyamanan yang dialami pengunjung kami, serta menyampaikan simpati kepada pihak yang bersangkutan," kata pengelola Senayan City dikutip dari Instagram @senayancityjkt, Kamis (17/8).
Pengelola menyatakan keamanan serta kenyamanan pengunjung menjadi hal yang utama. Mereka juga menyatakan siap untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penanganan persoalan ini.
"Kami menghormati privasi seluruh pihak dan mendukung keputusan pihak terkait dalam proses penyelesaian kejadian ini," ujarnya.
Sebuah unggahan berisi video seorang perempuan ditendang oleh seorang pria di area food court Senayan City viral di media sosial. Dalam video yang beredar, perempuan tersebut terlihat sedang mengantre makanan sebelum tiba-tiba ditendang dari arah belakang hingga terjatuh.
Hingga kini, polisi masih mendorong korban untuk membuat laporan agar kejadian tersebut dapat ditindaklanjuti melalui proses kepolisian.
Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan pihaknya telah mengetahui kejadian tersebut. Polisi juga telah melakukan sejumlah langkah untuk menindaklanjuti dugaan kekerasan yang dialami perempuan tersebut.
"Ya dari kami sudah monitor kejadian tersebut dan sudah melakukan upaya," kata Dhimas saat dikonfirmasi awak Kumparan, Kamis (17/9).
Dhimas mengatakan polisi telah melakukan pengecekan TKP dan CCTV untuk mengetahui kejadian tersebut.
"Tindakan yang dilakukan, melakukan pengecekan TKP, cek CCTV," jelas dia.
Selain itu, polisi juga sudah menghubungi teman korban dan mengimbau untuk segera membuat laporan polisi terkait kejadian tersebut.
"Teman korban sudah dihubungi dan diimbau oleh anggota kepolisian Polsek Metro Tanah Abang untuk segera membuat laporan polisi atas kejadian tersebut," kata Dhimas.
Namun, hingga saat ini, korban masih belum membuat laporan polisi. Dhimas menyebut kondisi korban yang masih syok dan trauma menjadi alasan laporan belum dibuat.
"Namun korban belum bisa membuat Laporan Polisi karena masih syok, trauma," ujar Dhimas.
