Seniman Jepang Hancurkan Patung "Momo" Pemicu Challenge Berbahaya

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Kota di Jepang. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kota di Jepang. Foto: Pixabay

Seniman Jepang akhirnya menghancurkan patung seram buatannya yang dijadikan challenge berbahaya di seluruh dunia. Challenge bernama "Momo" ini memicu kekhawatiran di berbagai negara karena mendorong anak-anak menyakiti diri sendiri.

Patung itu berparas menyeramkan. Matanya bulat melotot dan mulutnya menyeringai lebar dengan rambut panjang terurai. Patung itu berkaki burung dengan tinggi 1 meter.

Diberitakan AFP, Senin (5/3), seniman Keisuke Aiso mengatakan telah menghancurkan patung menyeramkan tersebut tahun lalu. Dia mengatakan, patung itu tidak dibuat untuk menyakiti siapa pun, hanya untuk dipamerkan.

"Ini dibuat untuk menakuti orang, iya, tapi bukan untuk menyakiti," kata seniman 43 tahun ini kepada AFP.

embed from external kumparan

Aiso mengatakan, dia menghancurkan dan membuang patung itu pada 2018 karena material patung yaitu karet dan minyak alami telah membusuk.

Patung silikon Momo itu dibuat Aiso terinspirasi dari mitos "Ubume", wanita Jepang yang meninggal ketika melahirkan dan menjadi hantu. Patung itu bernama "Ibu Burung", dipamerkan dalam pameran bertema-hantu di Tokyo pada 2016.

Tidak ada yang menyadari keberadaan patung itu jika tidak ramai di internet. Foto-foto patung tersebut digunakan dalam challenge hoaks yang menjadi viral.

Foto Momo menyebar di WhatsApp dengan pesan yang harus dituruti oleh penerimanya. Pesan tersebut berisikan tantangan berbahaya yang berpotensi menyakiti diri sendiri atau menyebabkan kematian.

facebook embed

Akibat challenge ini, orang tua di berbagai negara, dari Asia hingga Eropa, khawatir dan meminta pemerintah menghentikannya.

Di Eropa misalnya, kepolisian Inggris, Spanyol, dan Jerman, meminta orang tua waspada akan tantangan ini. Di Asia, ada Pakistan yang pemerintahnya mengajukan rancangan undang-undang yang melarang distribusi konten challenge Momo dan sejenisnya.

Kisah Momo semakin viral setelah banyak dikaitkan dengan kasus-kasus kematian dan bunuh diri. Padahal, kasus itu tidak ada kaitannya dengan Momo, hanya diwarnai hoaks yang memicu kegelisahan para orang tua.

Aiso juga mengatakan bahwa patungnya tidak ada hubungannya dengan kematian tersebut. Tapi sekarang, anak-anak bisa tenang karena patung itu telah tidak ada.

"Anak-anak bisa tenang karena Momo telah mati - dia tidak pernah ada dan kutukannya telah berakhir," kata Aiso.