Senyum Bahagia Mbah Hardjo, Jemaah Haji Tertua saat Tiba di Bandara Madinah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah haji tertua asal Ponorogo, Hardjo Mislan (110) tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Kamis (16/5/2024) Foto: MCH 2024
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji tertua asal Ponorogo, Hardjo Mislan (110) tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Kamis (16/5/2024) Foto: MCH 2024

Hardjo Mislan, jemaah haji asal Ponorogo, Jawa Timur, menjadi jemaah tertua dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Mbah Hardjo berusia 110 tahun.

Mbah Hardjo tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Kamis, 16 Mei 2024, pukul 15.20 Waktu Arab Saudi (WAS). Dia bersama dengan rombongan kloter 19 Surabaya (SUB).

Senyum bahagia terlihat dari wajahnya saat tiba di bandara dengan menggunakan kursi roda. Kedatangan Mbah Hardjo disambut gembira petugas. Mereka juga memberikan bunga dan ramai-ramai mengajak foto bersama.

Bahkan petugas-petugas perempuan bercadar, yang biasanya 'galak' saat menertibkan jemaah, juga ikut foto bareng Mbah Hardjo.

Petugas bandara di Madinah berfoto bersama dengan Mbah Hardjo Mislan (110) di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Kamis (16/5/2024) Foto: MCH 2024

Mbah Hardjo sebenarnya dalam kondisi sehat, namun dikhawatirkan kelelahan, petugas berinisiatif untuk membantu Mba Hardjo dengan kursi roda.

"Umur 110 tahun. Alhamdulilah sehat, kaki tidak sakit. Perut juga tidak sakit," ucap Mbah Hardjo.

Jemaah haji tertua asal Ponorogo, Hardjo Mislan (110) tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Kamis (16/5/2024) Foto: MCH 2024

Dia mengaku senang bisa selamat sampai ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji.

Mbah Hardjo pergi haji tak sendiri. Dia didampingi oleh tiga anggota keluarganya yakni anaknya Sirmad, menantu dan besannya.

Jemaah haji tertua asal Ponorogo, Hardjo Mislan (110) tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Kamis (16/5/2024) Foto: MCH 2024

Mbah Hardjo bercerita, pada tahun 2019 dia meminta anaknya untuk mendaftarkan dirinya haji. Setelah menunggu hingga 5 tahun, kakek kelahiran 1913 itu akhirnya bisa berhaji.

"Sudah sampai Arab merasa senang. Istri sudah meninggal lama. Yang mendaftarkan anak, sesuai keinginan saya," katanya.