Seorang Migran Nekat Seberangi Perbatasan Maroko-Spanyol dengan Paralayang
·waktu baca 2 menit

Seorang migran nekat menyeberang dari Maroko melintasi pagar perbatasan menuju kota otonomi Spanyol di Afrika Utara, Melilla, menggunakan paralayang pada Kamis (1/12).
Dia berhasil mengindari pihak berwenang saat melakukan aksinya.
Perwakilan pemerintah Spanyol di enklave tersebut telah mengusut kasus ini. Enklave atau daerah kantong adalah suatu daerah yang terkurung seluruhnya dalam wilayah negara asing.
Otoritas mengatakan, dua orang saksi melihat migran itu terbang dengan paralayang saat mereka tengah mengemudi di sepanjang jalan yang mengelilingi enklave pada pukul 18.15 waktu setempat.
Rekaman dari lokasi kemudian dirilis media lokal, El Faro.
Video tersebut menunjukkan seseorang mendarat di dekat jalan yang membentang di sepanjang dua pagar perbatasan yang berjajar. Pagar ini memiliki tinggi sekitar 6–10 meter, serta panjang 12 kilometer.
"Patroli segera menuju ke daerah itu, tetapi tidak dapat menemukan migran tersebut," tulis pernyataan pejabat setempat, dikutip dari Reuters, Jumat (2/12).
Melilla adalah salah satu titik masuk utama bagi migran yang ingin menyeberang ke wilayah Eropa dari Maroko. Menurut Kementerian Dalam Negeri Spanyol, setidaknya 1.155 migran tidak berdokumen telah melintasinya sejak awal tahun ini hingga 15 Oktober.
Perbatasan yang dijaga ketat itu merupakan salah satu dari hanya dua perbatasan antara Uni Eropa dan negara Afrika. Perbatasan lainnya adalah Ceuta yang juga terletak di enklave Spanyol.
Perbatasan Melilla merupakan lokasi upaya penyeberangan massal fatal pada Juni. Kala itu, hingga 2.000 migran menyerbu pagar dan terlibat dalam bentrokan dua jam dengan petugas. Organisasi HAM Spanyol, Caminando Fronteras, melaporkan 37 korban jiwa.
