Sepakat Gencatan Senjata, Israel Sebut Tujuan Operasi Rising Lion Telah Tercapai

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato politik saat Hari Peringatan Israel untuk mengenang Prajurit yang gugur di Tugu Peringatan Yad LaBanim, Yerussalem, Israel, Selasa (29/4/2025). Foto: Abir Sultan/POOL/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato politik saat Hari Peringatan Israel untuk mengenang Prajurit yang gugur di Tugu Peringatan Yad LaBanim, Yerussalem, Israel, Selasa (29/4/2025). Foto: Abir Sultan/POOL/AFP

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, pemerintah menyetujui gencatan senjata seperti yang diminta Presiden AS Donald Trump.

Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (24/6), Netanyahu telah bertemu dengan kabinetnya bersama menteri pertahanan dan kepala Mossad semalam.

"Untuk melaporkan bahwa Israel telah mencapai semua tujuan Operasi Rising Lion, dan banyak lagi," kata kantor Netanyahu.

"Israel telah melenyapkan dua ancaman eksistensi langsung -- baik nuklir maupun rudal balistik," lanjut pernyataan itu.

Selain itu, pemerintah menyatakan militer Israel telah mengambil kendali penuh di langit Teheran, menimbulkan kerusakan parah di kepemimpinan militer Iran, dan menghancurkan puluhan target pemerintah pusat Iran.

Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat dari Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki Israel, Minggu (22/6/2025). Foto: Mohamad Torokman/REUTERS

"Mengingat tercapainya tujuan operasi dan dalam koordinasi penuh dengan Presiden Trump, Israel telah menyetujui usulan gencatan senjata bilateral yang diajukan presiden [Trump]," kata pernyataan itu lagi.

"Israel akan menanggapi dengan tegas terhadap setiap pelanggaran gencatan senjata," pungkas pernyataan itu.

Meski demikian, keputusan pemerintah tidak sepenuhnya didukung parlemen. Anggota parlemen Israel dan juga pemimpin partai Yisrael Beiteinu yang sayap kanan, Avigdor Lieberman, mengkritik pemerintah yang menyepakati gencatan senjata.

Menurutnya, pemerintah melakukan kesalahan dengan menyepakati gencatan senjata dengan Iran sebelum Iran benar-benar menyerah.

"Tidak ada yang lebih berbahaya dari pada membiarkan seekor singa terluka. Keputusan ini pasti akan membawa kita ke perang lain dalam waktu 2 atau 3 tahun, dan dalam kondisi yang jauh lebih buruk," kata Lieberman.