Sepanjang Januari-Agustus 2023 Ada 1.277 Kebakaran di Jakarta

20 September 2023 11:51
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga melihat kerusakan usai kebakaran di permukiman padat penduduk di Gang Kober, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2023). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
ADVERTISEMENT
Pemprov DKI Jakarta melaporkan, ada 1.277 insiden kebakaran yang telah terjadi di Jakarta sepanjang Januari hingga Agustus 2023 di Ibu Kota. Mayoritas terjadi di Jakarta Selatan dengan jumlah 332 kebakaran.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya Jakarta Timur yakni 295 kebakaran, Jakarta Barat 275, Jakarta utara 224, dan Jakarta Pusat 151 kebakaran.
Kepala Bidang Operasi Disgulkarmat DKI Jakarta, Suheri mengatakan, baru 19 persen dari kejadian ini berhasil ditangani warga. Sementara sisanya ditangani oleh Damkar.
"Yang masih bisa ditangani masyarakat 19 persen. Nah, kita berharap yang ditangani Damkar makin kecil, yang ditangani masyarakat makin banyak," kata Suheri dalam diskusi 'Kebakaran di Perkotaan: Tantangan dan Solusi' di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/9).
Data kebakaran DKI Jakarta Januari-Agustus 2023. Foto: Dok. Pemprov DKI
Suheri mengakui, penanganan kebakaran di DKI Jakarta memang masih dihadapi banyak tantangan. Mulai dari kurangnya edukasi masyarakat, hingga kurangnya SDM serta alat.
"Ada beberapa kawasan yang unprotect, artinya kalau tidak tersedia pos (Damkar) di situ, nggak bisa dilindungi. Ini concern kita bersama," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Sementara, Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Michael Oktavians mengatakan, selama 2020-2022, kebakaran paling banyak terjadi di 6 kelurahan, yakni;
"Ke mana Tambora? Ternyata secara frekuensi tidak lebih dari kelurahan ini. Tapi dari dampak, Tambora masif timbulkan korban dan kerugian," lanjut dia.

Kebakaran Kerap Terjadi Akibat Korsleting Listrik

Petugas damkar memadamkan sisa kebakaran di kawasan Rajawali, Kemayoran, Jakarta, Senin (4/9/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Mayoritas penyebab kebakaran selama periode tersebut yakni;
"Biasanya ada satu colokan kita akan nyolok ke banyak hal, bisa ada kulkas, dispenser, handphone. Bayangin ada 4 anggota keluarga, ada 8 handphone. Bayangkan kalau ada 1 colokan ada 8 HP, dispenser, kulkas, kipas angin. Nah ini yang bisa jadi faktor penyebab kebakaran. Korslet listrik faktor terbesar," paparnya.
ADVERTISEMENT
"Lalu ada gas, putung rokok, petasan, sambaran petir. Puntung rokok pun bisa jadi penyebab. Kalau bapak-bapak terutama, kalau tidak tertib merokok ini bisa timbulkan kebakaran. Jadi sama-sama refleksi, ada resiko puntung rokok, petasan," tandas dia.
Penanganan kebakaran di Jakarta masih perlu upaya peningkatan maksimal. Belum lama ini, objek vital nasional yakni Museum Gajah atau Museum Nasional Indonesia (MNI) kebakaran pada Sabtu (16/9) malam.
Kondisi setelah kebakaran di bangunan Museum Nasional atau yang dikenal dengan Museum Gajah, Jakarta, Minggu (17/9/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Koleksi dan benda bersejarah yang rusak jumlahnya mencapai 817 koleksi.
Kebakaran juga kerap terjadi sejumlah wilayah. Kebakaran bangunan pabrik sendal di Jalan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, terjadi pada Jumat (15/9) sekitar pukul 12.00 WIB, menyebabkan warga pusing hingga sesak napas.