Sepeda Edhy Prabowo yang Disita Diduga Tipe S-Work Roadbike, Kisaran Rp 155 Juta

Sepeda yang disita KPK dalam operasi tangkap tangan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menjadi perhatian. Sebab, sepeda itu diduga bukan sepeda sembarangan.
Sepeda itu sempat ditunjukkan dalam konferensi pers KPK. Berdasarkan barang bukti yang ditunjukkan KPK itu, sepeda sitaan tersebut mirip dengan jenis roadbike tipe S-Work Roubaix.
"Mirip," ujar Plt juru bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Jumat (27/11).
Berdasarkan situs resmi Specialized.com, terpampang salah satu sepeda jenis roadbike yang memiliki ban serupa dengan jenis sepeda yang ditunjukkan KPK dalam konferensi pers perkara Edhy Prabowo.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam situs tersebut, sepeda jenis roadbike ini dibanderol dengan harga USD 11.000 hingga USD 12.000 atau bila dikalkulasikan ke mata uang rupiah nilainya setara Rp 155 juta hingga Rp 169 juta. Harga itu merupakan perkiraan merunut pada informasi yang tercantum di dalam situs, mengingat saat konferensi pers pihak KPK sama sekali belum merinci jenis sepeda atau harga dari sepeda itu.
Sepeda yang disita KPK dari Edhy Prabowo itu diduga dibeli saat dia berada di AS. KPK sedang mengusut sumber pembelian sepeda itu.
Untuk diketahui, Specialized merupakan merek sepeda terkemuka asal negeri paman sam, Amerika Serikat. Varian S-Work merupakan salah satu jenis yang menjadi spesialisasi merek sepeda tersebut.
Dalam kasusnya, Edhy Prabowo melalui staf khususnya diduga mengarahkan para calon eksportir untuk menggunakan PT Aero Citra Kargo bila ingin melakukan ekspor.
Perusahaan itu diduga merupakan satu-satunya forwarder ekspor benih lobster yang sudah disepakati dan dapat restu dari Edhy. Para calon eksportir kemudian diduga menyetor sejumlah uang ke rekening perusahaan itu agar bisa ekspor.
Uang yang terkumpul diduga digunakan untuk kepentingan Edhy Prabowo. Salah satunya ialah untuk keperluan saat ia berada di Hawaii, AS.
Ia diduga menerima uang Rp 3,4 miliar melalui kartu ATM yang dipegang staf istrinya. Selain itu, ia juga diduga pernah menerima USD 100 ribu yang diduga terkait suap.

