Sepertiga Kasus Baru COVID-19 di Singapura Warga yang Sudah Divaksin Penuh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang petugas bersiap memberikan vaksin corona kepada tenaga kesehatan di National Center for Infectious Diseases (NCID) di Singapura, Rabu (30/12). Foto: Ministry of Communications and Information/via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Seorang petugas bersiap memberikan vaksin corona kepada tenaga kesehatan di National Center for Infectious Diseases (NCID) di Singapura, Rabu (30/12). Foto: Ministry of Communications and Information/via Reuters

Sebanyak sepertiga kasus baru COVID-19 di Singapura, dalam empat pekan terakhir adalah warga yang telah divaksin.

Singapura saat ini sudah menyuntikkan vaksin kepada 75 persen dari 5,7 juta warganya. Negeri tetangga RI menjadi negara dengan vaksinasi tercepat di dunia di bawah Uni Emirat Arab.

Meski mayoritas warga sudah divaksin, 484 atau 44 persen dari 1.096 kasus baru di Singapura adalah individu telah mendapat vaksin dosis penuh.

PM Singapura, Lee Hsien Loong, saat disuntik vaksin corona di Singapore General Hospital, Jumat (8/1). Foto: Facebook/Lee Hsien Loong

Sebanyak 30 persen di antaranya sudah menerima satu dosis vaksin. Sedangkan 25 persen sisa belum menerima vaksin sama sekali.

"Hanya ada tujuh kasus dengan gejala berat yang sampai membutuhkan bantuan oksigen, enam di antaranya belum divaksin, dan satu lainnya baru dapat satu dosis vaksin," kata Kemenkes Singapura seperti dikutip dari Reuters.

kumparan post embed

"Ada bukti lanjutan bahwa vaksinasi dapat membantu mencegah gejala berat dan ketika terinfeksi," kata mereka.

Kemenkes Singapura juga menambahkan, orang yang sudah mendapat vaksin dosis penuh jika terinfeksi COVID-19 maka tidak akan bergejala atau hanya gejala ringan.