Sepinya Siaran Voice of America setelah Trump Umumkan PHK
ยทwaktu baca 3 menit

Presiden AS Donald Trump mengumumkan PHK massal Voice of America (VOA), lembaga penyiaran internasional yang didanai pemerintah. Media yang didirikan di era Perang Dunia II ini seketika sepi setelah pengumuman PHK massal.
Direktur VOA Michael Abramowitz dalam postingan di Facebook pada Sabtu (15/3) mengatakan dia diberhentikan bersama hampir 1.300 staf lainnya. Pengumuman ini keluar satu hari setelah Trump menandatangani keputusan presiden untuk merombak badan induk VOA.
Sejumlah stasiun radio berbahasa lokal VOA telah berhenti menyiarkan laporan berita dan beralih ke musik untuk mengisi waktu siaran.
Editor utama VOA juga diberhentikan sehingga karyawan memperkirakan kegiatan liputan di seluruh dunia akan diberhentikan.
"Voice of America telah dibungkam, setidaknya untuk saat ini," kata seorang koresponden veteran, dikutip dari CNN, Senin (17/3).
VOA adalah bagian dari Badan Media Global AS (USAGM) yang juga mengelola jaringan seperti Radio Free Europe, Radio Free Asia, dan Middle East Broadcasting Networks. Jaringan-jaringan radio itu juga menjadi sasaran Trump karena kontrak jaringan dengan operator telah dihentikan.
VOA memiliki 3.384 pekerja pada tahun fiskal 2023. VOA meminta dana USD 950 juta untuk tahun fiskal saat ini.
VOA Ketinggalan Zaman
Sekutu Trump mengatakan VOA sudah ketinggalan zaman. Namun, yang menentang Trump mengatakan dengan membongkar jaringan itu, maka Amerika Serikat menyerahkan gelombang udara ke China dan kekuatan dunia lainnya dan dapat merugikan kepentingan luar negeri AS.
AS mendanai liputan berita internasional yang ditujukan kepada khalayak global selama beberapa dekade. Baik pemimpin Partai Republik dan Demokrat mendukung upaya mempromosikan berita yang akurat dan nilai-nilai demokrasi di tempat-tempat yang dipenuhi propaganda asing.
Sayangnya, pemerintahan Trump memiliki penilaian yang berbeda. Memo internal awal bulan ini mengungkapkan misinya adalah untuk menyajikan kebijakan Trump di seluruh dunia dengan jelas dan efektif.
Trump menunjuk kritikus media konservatif, Brent Bozell III, untuk memimpin lembaga induk dan mantan penyiar TV Kari Lake untuk memimpin VOA.
Trump memerintahkan agar badan yang terdampak harus segera menghentikan semua pekerjaan yang tidak diamanatkan undang-undang, dan melakukan sisa pekerjaan dengan jumlah orang seminim mungkin.
Ini sejalan dengan pernyataan Elon Musk bahwa jaringan media internasional yang didanai pemerintah harus ditutup.
"Tidak ada yang mendengarkan mereka. Mereka hanya orang gila radikal yang berbicara kepada diri mereka sendiri sambil menghabiskan USD 1 miliar per tahun dari uang pembayar pajak AS," kata Musk di X.
Dengan langkah ini, masih belum jelas apa yang akan terjadi berikutnya pada berbagai platform USAGM lainnya.
Selain karyawan yang diberhentikan sementara pada hari Sabtu, beberapa tenaga kontrak yang bekerja untuk VOA diminta untuk menyerahkan lencana mereka.
Staf lainnya pergi ke kantor VOA pada hari Sabtu untuk mengambil barang-barang mereka karena mereka takut dikunci dari luar.
