Serang Masjid Al-Aqsa, Polisi Israel Tangkap 80 Warga Palestina
ยทwaktu baca 2 menit

Serangan pasukan Israel kepada warga Palestina yang juga jemaah salat Subuh di kompleks Masjid Al-Aqsa, Jumat (15/4) memicu bentrokan kedua pihak.
Direktur Masjid Al-Aqsa, Sheikh Omar Al-Kiswani, mengatakan dalam insiden itu, 80 warga Palestina ditangkap oleh kepolisian Israel.
Belum jelas bagaimana nasib mereka dan alasan penangkapan itu.
"Polisi Israel menangkap lebih dari 80 warga Palestina," kata Sheikh Omar Al-Kiswani, dikutip dari Reuters.
"Polisi memasuki kompleks Al-Aqsa untuk membubarkan dan mendorong kembali (kerumunan). Sedangkan jemaah lainnya meninggalkan tempat itu dengan aman," tambah dia.
Dalam video yang beredar, jemaah yang ditawan diborgol dan dijajarkan di lantai Masjid Qibli, masjid di kompleks Al-Aqsa yang diserang pasukan Israel.
Kemlu Palestina Mengecam
Sementara Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk keras serangan itu. Mereka mengatakan Israel bertanggung jawab penuh dan akan memiliki konsekuensi.
"Kami menuntut Israel sepenuhnya dan bertanggung jawab langsung atas kejahatan ini dan konsekuensinya," kata Kemlu Palestina.
Sebelumnya kepolisian Israel mengatakan, mereka memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk membubarkan kerumunan kekerasan yang tersisa di akhir salat Subuh.
Mereka membantah telah memasuki bagian dalam Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga Islam.
Namun, video yang beredar menyatakan lain. Dalam video yang dibagikan oleh warga Palestina di media sosial menunjukkan pasukan Israel menyerbu bagian dalam masjid ketika jemaah berkumpul untuk salat Subuh.
Terlihat pasukan Israel memecahkan kaca Masjid Al-Qilbli yang berada di kawasan Masjid Al-Aqsa untuk menyerang jemaah yang berada di dalam masjid.
Serangan pasukan penjajah itu menyebabkan #AlAqsaUnderAttack menjadi trending Twitter, termasuk di Indonesia.
