Serangan AS di Irak dan Suriah Tewaskan 352 Warga Sipil

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Asap akibat perang antara ISIS dan Irak. (Foto: Reuters/Goran Tomasevic)
zoom-in-whitePerbesar
Asap akibat perang antara ISIS dan Irak. (Foto: Reuters/Goran Tomasevic)

Serangan Amerika Serikat di Irak dan Suriah tidak hanya membunuh militan ISIS, tapi juga memakan korban ratusan warga sipil. Menurut catatan terbaru Pentagon, serangan udara AS ke Irak dan Suriah telah menewaskan 352 warga sipil.

Diberitakan Reuters, jumlah korban tewas sejak koalisi AS menyerang Irak dan ISIS tahun 2014 ini disampaikan dalam pernyataan bulanan Gugus Tugas Gabungan AS pada Minggu (30/4).

Dalam pernyataan disebutkan masih ada 42 kematian yang belum tercatat karena tengah diselidiki apakah warga sipil atau militan. Sebanyak 45 warga sipil terbunuh dalam serangan antara November 2016 dan Maret 2017.

Baca juga: Kian Terpojok, ISIS Kembangkan Bom Rakitan Canggih Jenis Baru

Ada 80 warga sipil yang tewas dari Agustus 2014 hingga saat ini yang belum dilaporkan sebelumnya.

Jet tempur F-35 buatan Lockheed Martin (Foto: Dok. US Air Force)
zoom-in-whitePerbesar
Jet tempur F-35 buatan Lockheed Martin (Foto: Dok. US Air Force)

Namun jumlah yang dirilis AS ini berbeda sangat jauh dengan laporan lembaga pemantau perang Airwars yang menyebutkan serangan koalisi telah menewaskan 3.000 warga sipil.

Sebagian besar korban sipil tewas dalam serangan udara AS ke wilayah-wilayah yang diyakini sarang ISIS. Pentagon menyatakan penyesalannya atas kematian tersebut.

"Kami menyesali adanya kematian warga sipil yang tidak disengaja, dan kami menyatakan simpati yang mendalam bagi keluarga dan mereka yang terdampak serangan ini," kata Pentagon.

Selain pernyataan belasungkawa, AS biasanya akan memberikan uang kompensasi terhadap keluarga korban tewas.

Baca juga: Berapa Amerika Menghargai Sebuah Nyawa di Afghanistan?