Serangan Balasan Ukraina di Timur & Selatan Berhasil Terobos Pertahanan Rusia

Angkatan militer Ukraina semakin gencar dalam melakukan serangan balasan. Pihaknya baru-baru ini telah menerobos pertahanan Rusia di wilayah selatan, seraya memperluas serangan mereka di wilayah timur.
“Pasukan Ukraina merebut kembali beberapa desa dalam sebuah kemajuan di sepanjang Sungai Dnipro yang strategis pada hari Senin,” kata seorang otoritas Ukraina yang memimpin daerah tersebut, seperti dikutip dari Reuters.
Terobosan terbaru di wilayah selatan itu sekaligus membuktikan adanya kemajuan yang diperoleh pasukan Ukraina di timur, di saat Moskow mendeklarasikan aneksasi empat provinsi yang dua di antaranya terletak di bagian selatan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, tentara Ukraina telah berhasil merebut kembali beberapa kota di sejumlah daerah di selatan.
“Pusat-pusat permukiman baru telah dibebaskan di beberapa daerah. Pertempuran sengit sedang berlangsung di beberapa sektor di garis depan,” ujar Zelensky dalam pesan video hariannya, pada Minggu (2/10).
“Pasukan Ukraina juga telah membebaskan pemukiman kecil Arkhanhelske dan Myrolyubivka di wilayah Kherson,” imbuhnya.
Seorang pemimpin pro-Rusia yang menguasai Provinsi Kherson Ukraina, Vladimir Saldi, membenarkan klaim Zelensky. “Di selatan, pasukan Ukraina merebut kembali Kota Dudchany di sepanjang tepi barat Sungai Dnipro, yang membagi dua negara itu,” kata Saldi dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Rusia.
“Ada permukiman yang diduduki oleh pasukan Ukraina,” imbuhnya.
Kota Dudchany berada sekitar 30 km di selatan dari lokasi garis demarkasi sebelum terobosan pada Senin terjadi. Peristiwa tersebut menunjukkan adanya kemajuan pesat yang diperoleh tentara Ukraina dalam pertempuran di selatan.
Serangan selatan menargetkan jalur pasokan untuk sebanyak 25.000 pasukan Rusia di tepi barat Dnipro. Ukraina telah menghancurkan jembatan utama sungai, memaksa pasukan Rusia untuk menggunakan penyeberangan darurat.
Sejak awal September, pasukan Ukraina dengan cepat merebut wilayah di timur untuk menguasai jalur pasokan Rusia dan memaksa mereka untuk mundur. Ini merupakan kemajuan paling signifikan yang tampak sejak operasi militer khusus dimulai pada Februari lalu.
Hanya beberapa jam setelah Putin memproklamirkan penggabungan provinsi Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia ke wilayah Rusia pada Jumat (30/9) pekan lalu, tentara Ukraina telah berhasil merebut kembali Kota Lyman, benteng pertahanan utama Rusia di Provinsi Donetsk yang dikuasai.
