Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Orang, Termasuk 2 Polisi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah bola api membumbung tinggi usai serangan udara Israel menghantam area dekat tenda pengungsian di Deir el-Balah, wilayah tengah Jalur Gaza, pada Selasa (25/3/2026).
 Foto: EYAD BABA/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah bola api membumbung tinggi usai serangan udara Israel menghantam area dekat tenda pengungsian di Deir el-Balah, wilayah tengah Jalur Gaza, pada Selasa (25/3/2026). Foto: EYAD BABA/AFP

Israel terus menyerang Jalur Gaza. Terbaru, 10 orang, termasuk dua petugas polisi, tewas dalam serangan Israel di sejumlah wilayah Jalur Gaza pada Jumat (24/4).

Korban tewas dilaporkan tersebar di beberapa lokasi. Tiga orang meninggal dunia dalam serangan di Kota Gaza, termasuk dua polisi.

Sementara itu, dua orang tewas akibat penembakan tank di Beit Lahiya, Gaza utara. Adapun lima korban lainnya meninggal dalam serangan di Khan Younis, Gaza selatan.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (25/4), Militer Israel mengkonfirmasi melakukan serangan di Kota Gaza dan menyebut target operasi adalah militan Hamas. Namun, militer Israel belum memberikan tanggapan terkait serangan lain yang dilaporkan di Beit Lahiya dan Khan Younis.

Kementerian Dalam Negeri Gaza menyebut, serangan di Kota Gaza dan Khan Younis menyasar aparat kepolisian setempat.

Khusus di Khan Younis, serangan disebut menargetkan kendaraan polisi dan menghantam area dekat gedung pernikahan, menurut petugas medis dan warga.

video from internal kumparan

Sebelumnya, Israel meningkatkan serangan terhadap pasukan polisi Gaza yang dikelola Hamas. Aparat tersebut disebut digunakan Hamas untuk membangun kembali pemerintahan di wilayah yang masih mereka kuasai.

Kekerasan di Gaza terus berlangsung meski gencatan senjata diberlakukan sejak Oktober 2025.

Menurut pejabat medis setempat, sedikitnya 800 warga Palestina telah tewas sejak kesepakatan gencatan senjata berlaku. Sementara Israel menyebut empat tentaranya tewas akibat serangan militan.

Sebuah bola api membumbung tinggi usai serangan udara Israel menghantam area dekat tenda pengungsian di Deir el-Balah, wilayah tengah Jalur Gaza, pada Selasa (25/3/2026). Foto: EYAD BABA/AFP

Israel dan Hamas saling menyalahkan atas pelanggaran gencatan senjata tersebut.

Otoritas kesehatan Gaza menyebut, lebih dari 72 ribu warga Gaza tewas sejak perang pecah pada Oktober 2023, mayoritas merupakan warga sipil.

Sementara serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 menewaskan sekitar 1.200 orang, menurut data pemerintah Israel.