Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 300 Orang Lebih

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Militer Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026), sehari setelah kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Foto: Mahmoud Zayyat/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Militer Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026), sehari setelah kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Foto: Mahmoud Zayyat/AFP

Kementerian Kesehatan Lebanon memperbarui data mereka terkait serangan besar-besaran Israel, pada Rabu (8/4). Serangan yang terjadi sehari setelah Amerika Serikat (AS)-Iran mencapai gencatan senjata itu ternyata menewaskan lebih dari 300 orang.

"Serangan udara Israel kemarin Rabu menewaskan 303 martir, dan 1.150 orang terluka," kata Kementerian Kesehatan Lebanon, dilansir AFP.

Namun, jumlah ini belum final, sebab upaya pencarian korban yang tertimbun runtuhan bangunan masih berlanjut. Sehingga, total ada 1.888 orang tewas dan 6.092 luka, sejak Israel menyerang Hizbullah yang ada di Lebanon pada 2 Maret 2026 lalu.

Militer Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026), sehari setelah kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Foto: STR / AFP

Hizbullah Balas Menyerang

Meski telah menerima serangan besar-besaran, Hizbullah akan membalas perilaku Israel itu. Militer Israel menyebut, sejumlah roket akan ditembakkan dan mengenai beberapa wilayah di Israel dalam beberapa jam ke depan.

"Berdasarkan pemantauan situasi, beberapa wilayah di Israel akan menerima serangan dalam beberapa jam ke depan. Tetap waspada," kata militer Israel dalam pengumuman kepada warganya.

Serangan itu diperkirakan akan jatuh di Israel tengah, tempat pemukiman terpadat di negara tersebut.