Serangan Kanguru Peliharaan di Australia Tewaskan Majikannya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kanguru jenis western grey terlihat di Margaret River, Australia. Foto: Rossi Finza/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kanguru jenis western grey terlihat di Margaret River, Australia. Foto: Rossi Finza/kumparan

Seorang pria berusia 77 tahun di Australia meninggal dunia usai diserang kanguru peliharaannya pada Minggu (11/9).

Dikutip AFP, pria yang tinggal di Kota Redmond Selatan ini ditemukan oleh kerabatnya dengan luka serius usai serangan. Serangan ini merupakan yang terfatal dalam 86 tahun terakhir.

"Diyakini pria itu telah diserang oleh kanguru," kata seorang petugas kepolisian setempat.

Setelah mendapatkan laporan, ambulans bergegas ke tempat kejadian, namun korban tidak bisa diselamatkan. Selama proses evakuasi, seekor kanguru menghambat petugas penyelamatan. Polisi akhirnya memutuskan untuk menembak dan membunuh kanguru tersebut.

"Kanguru menjadi ancaman bagi petugas tanggap darurat," tambah kepolisian setempat dalam sebuah pernyataan.

Kanguru yang terluka tertatih-tatih melewati semak belukar yang terbakar, di sebuah peternakan di Cobargo, Australia. Foto: REUTERS/Tracey Nearmy

Dalam investigasi, kanguru itu diyakini sebagai hewan liar yang dipelihara oleh korban. Spesies kanguru itu tidak diidentifikasi.

Namun, wilayah Great Southern Australia Barat merupakan rumah bagi spesies kanguru abu-abu barat. Kanguru jenis tersebut dapat tumbuh hingga tinggi 2,2 meter dan berat 70 kilogram.

Serangan kanguru juga pernah merenggut nyawa seorang pria berusia 38 tahun, William Cruickshank, pada 1936. Saat itu, ia sedang mencoba menyelamatkan dua anjing dari seekor kanguru besar.

Alhasil, ia mengalami patah rahang dan cedera kepala yang parah. Cruickshank meninggal dunia beberapa bulan kemudian.

Penulis: Thalitha Avifah Yuristiana.