Serangan Rudal Hantam Apartemen di Zaporizhzhia Ukraina, 3 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak berat akibat serangan rudal Rusia di tengah serangan Rusia ke Ukraina di Zaporizhzhia, Ukraina, Minggu (9/10/2022). Foto: Reuters/Stinger
zoom-in-whitePerbesar
Seorang petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak berat akibat serangan rudal Rusia di tengah serangan Rusia ke Ukraina di Zaporizhzhia, Ukraina, Minggu (9/10/2022). Foto: Reuters/Stinger

Serangan rudal terbaru menewaskan tiga orang yang berada di sebuah apartemen di Kota Zaporizhzhia, Ukraina.

Para korban dilaporkan sedang tertidur ketika rudal menghantam tempat tinggal mereka di wilayah yang dianeksasi Rusia pada September 2022.

Informasi atas terjadinya serangan ini disampaikan oleh pihak kepolisian Ukraina dalam postingan di Facebook pada Kamis (2/3).

“Satu rudal menghantam sebuah bangunan tempat tinggal bertingkat. Warga yang sedang tidur nyenyak terjebak di bawah reruntuhan,” demikian isi postingan itu, seperti dikutip dari AFP.

Angka korban jiwa diperkirakan dapat bertambah seiring dengan berjalannya proses evakuasi di antara reruntuhan bangunan.

“Video layanan darurat menunjukkan tim penyelamat berburu melalui puing-puing bangunan berlantai lima, di mana lebih dari 10 apartemen hancur,” kata pihak kepolisian.

Pemandangan menunjukkan sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak berat akibat serangan rudal Rusia ke Ukraina di Zaporizhzhia, Ukraina, Minggu (9/10/2022). Foto: Reuters/Stinger

Wali Kota Zaporizhzhia yang pro-Ukraina, Anatoliy Kurtiev, melaporkan sebanyak tujuh orang — termasuk seorang ibu hamil yang mengalami luka-luka akibat serangan rudal — telah dibawa ke rumah sakit setempat untuk menjalani perawatan medis.

Menanggapi serangan terbaru itu, Presiden Volodymyr Zelensky pun kembali mengecam Rusia, menyebutnya sebagai negara teroris.

“Negara teroris ingin mengubah setiap hari bagi rakyat kami menjadi hari teror,” kecam Zelensky.

“Tapi kejahatan tidak akan berkuasa di tanah kami. Kami akan mengusir semua penjajah dan mereka pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas semuanya,” sambung dia.

Serangan udara yang menewaskan warga sipil di kompleks apartemen sempat terjadi di bulan Januari lalu. Kala itu, rudal Rusia jatuh dan mengakibatkan 45 orang tewas — termasuk enam anak-anak di Kota Dnipro.