Serangan Rusia Hantam Pusat Bantuan Kemanusiaan di Kostyantynivka, 3 Orang Tewas

25 Maret 2023 3:32 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gambar satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan asap dari persenjataan yang baru saja dijatuhkan di selatan Bakhmut, Ukraina, Senin, 6 Maret 2023. Foto: Maxar Technologies via AP
zoom-in-whitePerbesar
Gambar satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan asap dari persenjataan yang baru saja dijatuhkan di selatan Bakhmut, Ukraina, Senin, 6 Maret 2023. Foto: Maxar Technologies via AP
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Serangan Rusia disebut menarget pusat bantuan kemanusiaan di Ukraina timur dan menewaskan tiga orang. Hal tersebut berdasarkan keterangan dari layanan darurat pada Jumat (24/3).
ADVERTISEMENT
"Kota Kostyantynivka diserang roket pada 24 Maret malam. Salah satu roket menghantam gedung satu lantai," demikian keterangan layanan darurat, dikutip dari AFP.
"Tiga orang tewas dan dua orang luka-luka akibat insiden itu," sambungnya.
Para korban di antaranya tiga orang perempuan pengungsi dari Kota Bakhmut, Chasiv Yar dan Opytne.
Sementara, tentara Rusia mengatakan dalam laporan hariannya pada Jumat bahwa mereka telah menyerang "depot amunisi unit tentara bayaran legiun asing" di Kostyantynivka.
Tim penyelamat bekerja di lokasi bangsal bersalin sebuah rumah sakit yang dihancurkan oleh serangan rudal Rusia di Vilniansk, wilayah Zaporizhzhia, Ukraina. Foto: STR/REUTERS
Kostyantynivka merupakan kota yang berjarak sekitar 25 kilometer arah barat Bakhmut, sebuah kota industri yang menjadi saksi bisu pertempuran terpanjang dan paling berdarah dari invasi Rusia.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh jaksa wilayah mengatakan militer Rusia telah menembakkan rudal antipesawat S-300 ke Kostyantynivka.
ADVERTISEMENT
Sementara di lokasi lain, pihak berwenang di wilayah selatan Kherson, yang sebagian dikendalikan oleh pasukan Rusia, mengatakan seorang warga sipil tewas dalam serangan Rusia dalam 24 jam terakhir.