Serangan Rusia ke Ukraina Tewaskan 28 Orang, 5 di Antaranya Anak-anak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Layanan darurat dibantu oleh alat berat untuk menyelamatkan warga dari bawah reruntuhan di apartemen yang terkena serangan rudal Rusia di kota Pryluky, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Chernihiv, Ukraina, Selasa (7/10/2026). Foto: Valentyn Ogirenko/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Layanan darurat dibantu oleh alat berat untuk menyelamatkan warga dari bawah reruntuhan di apartemen yang terkena serangan rudal Rusia di kota Pryluky, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Chernihiv, Ukraina, Selasa (7/10/2026). Foto: Valentyn Ogirenko/REUTERS

Sedikitnya 28 orang tewas dalam serangkaian serangan Rusia ke sejumlah wilayah Ukraina pada Rabu (7/10). Dilansir AFP, ada lima anak-anak tewas yang berada di dalam sebuah apartemen di Pryluky, wilayah Chernihiv, ketika rudal menghantam bangunan tersebut.

Serangan terjadi saat warga sedang tidur. Lalu, terjadi ledakan dahsyat yang menghancurkan sebagian bangunan apartemen lima lantai itu hingga menyisakan beton terbakar dan rangka logam.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan tiga anak yang tewas masih berusia 1 tahun, sementara satu lainnya berusia 8 tahun. Kementerian Dalam Negeri Ukraina kemudian melaporkan satu jasad anak lainnya ditemukan dari reruntuhan pada malam hari.

Otoritas Ukraina menyebut sedikitnya 20 orang tewas dalam serangan di Pryluky. Zelensky mengatakan tujuh anak lainnya termasuk di antara puluhan orang yang terluka.

Warga Berlindung di Kamar Mandi

Warga Pryluky mengatakan rudal menghantam kawasan tersebut sekitar pukul 06.30 waktu setempat. Salah satu warga, Olena Sayun (40), mengatakan dirinya sedang berada di rumah bersama keluarganya ketika ledakan terjadi.

"Kami berada di rumah, sedang tidur," kata Sayun kepada AFP.

"Jendela-jendela kami pecah. Syukurlah, kami menutupi anak dengan tubuh kami. Suami saya mengalami beberapa luka sayatan di punggung dan saya juga," lanjutnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara kepada prajurit Ukraina saat upacara memperingati Hari Kemerdekaan Ukraina, di Kyiv pada Kamis (24/8/2023). Foto: Sergei Chuzavkov/AFP

Sayun mengatakan anaknya mengalami ketakutan setelah ledakan. Mereka kemudian berlari ke kamar mandi untuk berlindung.

"Anak itu hanya mengalami gangguan saraf, sangat ketakutan. Kami langsung berlari ke kamar mandi dan kemudian, ketika semua yang ada di apartemen hancur, kami tetap di sana," ujarnya.

Zelensky menuduh Rusia sengaja menyerang kawasan permukiman dan kehidupan warga sipil.

"Penggunaan rudal secara terus-menerus terhadap Ukraina, terhadap rakyat kami, anak-anak kami, adalah pilihan teror yang sepenuhnya disengaja," kata Zelensky.

Ukraina Berupaya Tangkis Puluhan Rudal dan Ratusan Drone

Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan sedikitnya 50 rudal dan 130 drone pada malam hari. Serangan menyasar sejumlah wilayah, termasuk Dnipropetrovsk, Kyiv, Kharkiv, dan Poltava.

Petugas layanan darurat berupaya menyelamatkan warga dari bawah reruntuhan di lokasi gedung apartemen yang terkena serangan rudal Rusia di kota Pryluky, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Chernihiv, Ukraina, Selasa (7/10/2026). Foto: Valentyn Ogirenko/REUTERS

Angkatan Udara Ukraina menyatakan telah mencegat lima rudal balistik, 39 rudal jelajah, dan lebih dari 100 drone.

Zelensky menyebut serangan tersebut sebagai salah satu serangan "paling keji" sejak perang Rusia-Ukraina berlangsung hampir lima tahun. Ia mengatakan rudal balistik masih menjadi tantangan terbesar bagi pertahanan udara Ukraina.

"Kami membutuhkan pertahanan udara baru," kata Zelensky.