Serangan Udara AS Gempur Pasukan Irak di Baghdad, 6 Tewas 3 Kritis

4 Januari 2020 7:02 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Seorang tentara berjaga di kompleks kedutaan besar di Baghdad, Irak, Sabtu (4/1). Foto: Marine Corps/Sgt. Kyle C. Talbot/Handout via REUTERS.
zoom-in-whitePerbesar
Seorang tentara berjaga di kompleks kedutaan besar di Baghdad, Irak, Sabtu (4/1). Foto: Marine Corps/Sgt. Kyle C. Talbot/Handout via REUTERS.
ADVERTISEMENT
Pasukan militer Amerika Serikat kembali menggempur pasukan Irak yang ada di Baghdad pada Jumat (3/1) malam. Serangan melalui udara itu menewaskan enam orang dan melukai tiga orang.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, Sabtu (4/1), serangan itu menargetkan milisi Syiah Irak yang didukung oleh Iran. Lokasi penyerangan berada di dekat kamp Taji, Baghdad Utara.
Salah seorang sumber militer Irak mengatakan, serangan dilakukan saat pasukan milisi sedang konvoi. Bahkan dua dari tiga kendaraan yang membentuk konvoi milisi terbakar akibat rudal AS.
"Enam mayat yang terbakar. Pengeboman terjadi pada pukul 1:12 waktu setempat," katanya.
Sementara menurut stasiun TV setempat, serangan dilakukan oleh militer AS. Namun tidak dijelaskan target penyerangan itu.
Sebelumnya pada di hari yang sama, AS melakukan penyerangan di dekat bandara di ibu kota Irak, Baghdad. Serangan itu mengakibatkan Jenderal Iran sekaligus pemimpin Pasukan Quds, Qasem Soleimani, tewas.
Selain Soleimani, tujuh orang lain termasuk Wakil Kepala pasukan Syiah Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis juga tewas.
Sebuah mobil yang rusak, diklaim milik Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al Muhandis, terlihat di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat (3/1). Foto: Ahmad Al Mukhtar/via REUTERS
Dalam sepekan terakhir, AS terus menggempur Irak lewat udara. Pada Jumat dini hari, serangan AS menewaskan Soleimani dan beberapa figur top Hashed al-Shaabi. Hashed adalah kelompok militer Syiah pro-Iran.
ADVERTISEMENT
AS dan Iran dikenal kerap berseteru usai Trump berkuasa. Perseteruan dimulai dari AS menarik diri dari perjanjian nuklir yang berujung perseteruan terbuka kedua negara.