Serangan Udara di Tigray Ethiopia Tewaskan Anak-anak, PBB Serukan Perdamaian

27 Agustus 2022 17:57
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga memeriksa taman bermain yang rusak setelah serangan udara di Mekelle, ibu kota wilayah Tigray utara Ethiopia. Foto: Tigrai TV/Reuters TV via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga memeriksa taman bermain yang rusak setelah serangan udara di Mekelle, ibu kota wilayah Tigray utara Ethiopia. Foto: Tigrai TV/Reuters TV via REUTERS
ADVERTISEMENT
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) buka suara terkait serangan udara yang baru-baru ini menghantam sebuah taman kanak-kanak di wilayah Tigray, Ethiopia. Insiden itu menewaskan tujuh orang, termasuk dua di antaranya anak-anak.
ADVERTISEMENT
Direktur Eksekutif Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) Catherine Russell dalam cuitannya di Twitter mengumumkan insiden tragis itu kepada masyarakat luas. Ia meminta semua pihak yang terlibat dalam serangan tersebut untuk segera mengakhiri konflik.
“UNICEF sangat mengutuk serangan udara di Mekelle, ibu kota wilayah Tigray, Ethiopia,” cuit Russell pada Jumat (26/8).
“Serangan itu menghantam sebuah taman kanak-kanak, menewaskan beberapa anak, dan melukai yang lain. UNICEF menyerukan kepada semua pihak untuk menyetujui penghentian permusuhan segera,” seru dia.

TPLF Tuding Pemerintah Pusat Jadi Pelaku Penyerangan

Serangan udara tersebut diyakini telah diluncurkan oleh pemerintah federal di bawah pimpinan perdana menteri Abiy Ahmed. Namun pemerintah Addis Ababa menegaskan, angkatan udaranya cuma menargetkan fasilitas militer, bukan warga sipil.
Pemerintah lantas menuding pasukan pemberontak di wilayah Tigray, dikenal luas sebagai Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), yang telah memicu keterlibatan warga sipil.
ADVERTISEMENT
Namun tudingan itu ditolak mentah-mentah oleh TPLF, menyebut justru pemerintah yang harus bertanggung jawab.
Warga memeriksa taman bermain yang rusak setelah serangan udara di Mekelle, ibu kota wilayah Tigray utara Ethiopia. Foto: Tigrai TV/Reuters TV via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga memeriksa taman bermain yang rusak setelah serangan udara di Mekelle, ibu kota wilayah Tigray utara Ethiopia. Foto: Tigrai TV/Reuters TV via REUTERS
“Rezim kejam ini telah mengalahkan dirinya sendiri dengan penargetan yang disengaja hari ini terhadap gedung taman kanak-kanak,” kata TPLF dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Saat kami mengeluarkan pernyataan ini, tubuh-tubuh dari anak-anak tak berdosa yang terbunuh terlihat tergeletak di lokasi taman bermain serta trotoar,” sambung pernyataan itu.
Mengutip dari saksi mata, Tigray Television melaporkan serangan udara itu menghantam taman kanak-kanak Res Kids Paradise di Kota Mekelle, Tigray, sekitar pukul 09.40 pagi waktu setempat.
Menurut laporan media, diketahui tidak ada pesawat militer lain yang beroperasi di wilayah udara Ethiopia saat itu.

Pemerintah Sebut TPLF Gunakan Kantong Mayat Palsu

Baik TPLF maupun pemerintah Addis Ababa saling menyalahkan satu sama lain atas peristiwa ini dan dilanggarnya gencatan senjata yang telah disepakati sejak Maret lalu.
ADVERTISEMENT
“Warga sipil tewas dan terluka dan operasi penyelamatan sedang berlangsung,” kata juru bicara TPLF, Kindeya Gebrehiwot.
Dalam sebuah pernyataan, Dinas Komunikasi Pemerintah Ethiopia pemerintah akan mengambil tindakan yang hanya menargetkan fasilitas militer TPLF yang dinilai tidak ingin berpartisipasi dalam mewujudkan perdamaian.
Warga memeriksa taman bermain yang rusak setelah serangan udara di Mekelle, ibu kota wilayah Tigray utara Ethiopia. Foto: Tigrai TV/Reuters TV via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga memeriksa taman bermain yang rusak setelah serangan udara di Mekelle, ibu kota wilayah Tigray utara Ethiopia. Foto: Tigrai TV/Reuters TV via REUTERS
“Angkatan Udara Ethiopia jelas-jelas membalikkan serangan yang dilancarkan terhadap Ethiopia, dengan hanya menargetkan situs-situs militer (TPLF),” kata Dinas Komunikasi Pemerintah dalam pernyataannya.
“Namun, teroris TPLF telah mulai membuang kantong mayat palsu di daerah sipil untuk mengeklaim bahwa Angkatan Udara yang telah menyerang warga sipil,” sambung pernyataan itu.
Pertempuran di negara terpadat kedua di Afrika ini meletus sejak November 2020. Imbasnya, jutaan orang terpaksa mengungsi, mendorong sebagian wilayah Tigray tergolong dalam kelaparan dan menewaskan ribuan warga sipil.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020