Serangan Udara Israel Hantam Gedung Perwakilan Media AlJazeera dan AP di Gaza

kumparanNEWSverified-green

comment
18
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Potret udara sisa-sisa bangunan menara yang hancur dalam serangan udara Israel, di tengah gencarnya kekerasan Israel-Palestina, di Kota Gaza, Rabu (12/5). Foto: Mohammed Salem/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Potret udara sisa-sisa bangunan menara yang hancur dalam serangan udara Israel, di tengah gencarnya kekerasan Israel-Palestina, di Kota Gaza, Rabu (12/5). Foto: Mohammed Salem/REUTERS

Serangan udara Israel di Gaza pada Sabtu (15/5/2021) menghancurkan sebuah gedung 13 lantai.

Gedung tersebut merupakan tempat biro media Qatar, AlJazeera, dan media Amerika Serikat, Associated Press, berada di Gaza.

Menurut laporan kantor berita AFP, gedung tempat perwakilan dua media besar di dunia itu berada adalah Jala Tower.

Akibat serangan tersebut gedung itu luluh lantah rata dengan tanah.

Sebelum serangan seorang jurnalis AP menyebut, tentara Israel telah memperingatkan perihal serangan tersebut kepada pemilik gedung, Jawad Mehdi.

Karena sudah mendapat peringatan, seluruh penghuni gedung berhasil dievakuasi terlebih dulu, termasuk jurnalis AP dan AlJazeera.

Militer Israel membenarkan soal serangan di Jala Tower. Mereka menyebut, menargetkan gedung tersebut lantaran dipakai Hamas untuk menyimpan aset intelijen dan militernya.

"Gedung itu memang dipakai untuk kantor media sipil, oleh sebab itu Hamas bersembunyi di belakang dan menggunakan mereka sebagai perisai hidup," kata militer Israel.

Serangan militer Israel untuk menggempur penguasa Gaza, Hamas, berlangsung sejak awal pekan ini.

Akibat serangan tersebut 139 orang tewas dan ribuan terluka. Korban jiwa termasuk perempuan dan anak.