Serangkaian Proses Uji Vaksin Corona Sinovac di RI hingga Diproduksi

PT Bio Farma akan menerima 50 juta dosis bulk (konsentrat) vaksin corona dari perusahaan asal China, Sinovac, dimulai November 2020 hingga Maret 2021. Bulk yang dikirim berbentuk ready to fill (RTF).
Pengiriman bulk vaksin corona ini akan dilakukan secara bertahap, dengan setiap bulannya masing-masing dikirim sebanyak 10 juta dosis.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan setibanya di Indonesia, bulk ini tidak akan langsung diproduksi. Melainkan akan dilakukan serangkaian uji coba, mulai dari pengujian di Bio Farma, registrasi di BPOM, dan akhirnya siap diproduksi.
"Setelah proses–proses tersebut selesai, Bio Farma akan melanjutkan proses filling and packaging untuk menjadi produk akhir (finished product) sehingga di dalamnya terdapat komponen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), dan transfer teknologi dalam bidang fill/finish bulk dengan technology transfer pengujian," ujar Honesti dalam keterangannya, Selasa (25/8).
Honesti pun mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan dari pemerintah hingga holding farmasi lainnya, sehingga vaksin corona bisa segera hadir di Indonesia.
Ia kemudian merinci proses pengiriman bulk ke Indonesia yang akan dimulai November mendatang.
"Selanjutnya kami (Bio Farma) menantikan kiriman 10 juta dosis bulk vaksin COVID-19 pertama di bulan November 2020, dan pada Desember 2020 akan datang 10 juta dosis bulk berikutnya. Kemudian pada bulan Januari 2021 hingga Maret 2021 akan datang 10 juta dosis bulk vaksin COVID-19 setiap bulannya, sehingga total yang akan diterima Bio Farma sampai dengan Maret 2021 adalah sebanyak 50 juta bulk vaksin COVID-19," jelas Honesti.
"Mari kita tuntaskan tugas besar kita untuk segera memproduksi vaksin dan mendistribusikannya bagi masyarakat Indonesia,” lanjutnya.
Kerja sama antara pemerintah Indonesia, Bio Farma, dan Sinovac telah dimulai dengan penandatanganan perjanjian di Hainan, China, 20 Agustus lalu.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Honesti selaku Dirut Bio Farma dan General Manager Sinovac Gao Xing. Serta disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Dalam perjanjian kerja sama ini, tak hanya soal vaksin corona, tetapi juga transfer teknologi. Bahkan, selain dari Sinovac, pemerintah total sudah mengamankan penyediaan vaksin corona sebanyak 290-340 juta dosis hingga 2021 mendatang.
Sementara itu, relawan uji klinis vaksin virus corona Sinovac fase 3 yang dilakukan di Bandung sudah berjalan hampir dua pekan terakhir. Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut sudah lebih dari 2.000 orang mendaftar sebagai relawan.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

