Serba Otomatis, Masinis MRT Jakarta Hanya Bertugas Tutup Pintu

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Menanti MRT dan LRT (Foto: Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
com-Menanti MRT dan LRT (Foto: Unsplash)

PT MRT Jakarta sedang mengejar target rampung 90% pada akhir tahun 2017. Target tersebut tidak hanya difokuskan pada pengembangan fisik namun juga kebutuhan Man Power Plan (MPP), salah satunya pada posisi masinis.

"Keseluruhan kebutuhan masinis ada 63 orang, yang sudah direkrut (masinis junior) 32 orang, Instruktur Masinis (masinis senior) 18 orang," kata Humas MRT Jakarta Akbar R Subekti saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Rabu (29/11).

Dihubungi terpisah, Presiden Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, meskipun MRT Jakarta nantinya akan dioperasikan secara otomatis, namun pihaknya masih membutuhkan masinis.

"Derajat otomatis (kereta) itu ada 4 namanya Grade of Automation (GOA). MRT ini punya GOA ke 2. Yang artinya itu memang dioperasikan lewat Operation Control Centre (OCC) tapi masih ada masinis di dalamnya," ungkap William. OCC ini akan mengendalikan kereta untuk berjalan, melambat dan membuka pintu. Sedangkan tugas masinis adalah untuk menutup pintu.

Stasiun MRT Sisingamangaraja (Foto: Akbar Nugroho/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Stasiun MRT Sisingamangaraja (Foto: Akbar Nugroho/Antara)

"Tapi begitu penumpang keluar dan masuk di situ masinis berperan. Dia harus pastikan dulu semua sudah masuk atau belum. Jadi dia akan tutup pintunya dengan tombol dan otomatis lagi semuanya," kata William.

Namun William juga memberikan pengecualian pada kondisi emergency seperti sistem yang tidak berjalan lancar. Dalam kondisi tersebut masinis dapat mengemudikan secara manual.

Untuk menyiapkan posisi masinis ini, William mengatakan, sedang melakukan training kepada masinis yang sudah direkrut.

"Sehingga masinis-masinis itu sedang training dasar-dasarnya di Madiun. Nanti bulan Desember tanggal 11 kita akan mengirim para masinis junior tadi training ke Malaysia untuk belajar mengemudikan kereta otomatis," ungkap William.

Sebelumnya, pihaknya mengatakan telah mengirim dua batch dengan total 18 Instruktur Masinis untuk belajar ke Malaysia.